Getah Batang Pisang Ambon Miliki Khasiat Penyembuhan Luka

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Badan Pusat Statistik mengatakan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tanaman obat yang potensial untuk dikembangkan sebagai obat. Dewasa ini, pemanfaatan bahan baku obat tradisional oleh masyarakat mencapai kurang lebih 1000 jenis, dimana 74 persen diantaranya merupakan tanaman liar yang hidup di hutan.

World Health Organization (WHO) mengatakan sebanyak 80 persen masyarakat di negara berkembang mengimplementasikan pengobatan tradisional. Obat tradisional sekarang ini digunakan sebagai obat alternatif dari pada obat- obatan modern. Obat tradisional lebih dipercaya karena dinilai lebih aman dan diduga terdapat efek komplementer dalam obat tradisional yang dinilai menguntungkan. Masyarakat kembali memanfaatkan tanaman obat karena obat tradisional memiliki efekk samping yang lebih ringan disbanding obat sintetis.

Dr. Hendrik Setia Budi, drg., M.Kes, Dosen Fakultas Kedokeran Gigi UNAIR mengatakan pisang ambon (Musa paradisiaca var.sapientum) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia khususnya daerah yang banyak mendapat sinar matahari. Pada tanaman yang mengandung lektin dengan konsentrasi tinggi dapat digunakan untuk menyembuhkan luka melalui proses koagulasi atau pembentukan bekuan darah.

“Hasil penelitian pada pemberian galektin-3 yang merupakan golongan lektin menunjukkan bahwa adanya peningkatan Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Basic Fibroblast Growth Factor (b-FGF) terhadap renspons angiogenesis,” tuturnya.

Sedangkan, pada penelitian sebelumnya menunjukkan bawah pemberian secara topikal getah batang pisang ambon dengan dosis 30 dan 60 mg pada daerah soket menunjukkan peningkatan fibroblas dan osteoblas dengan dikeluarkannya signal sel PDGF-BB, BMP-4 dan BMP-7 pada proses penyembuhan luka pencabutan gigi tikus. “

“Untuk mengklarifikasi hal itu, dilakukan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan the post-test inly control group design. Unit analisis adalah soket dari gigi insisif kanan bawah tikus yang telah dilakukan pencabutan,” papar Dr. Hendrik Setia Budi, drg., M.Kes,

Data pemeriksaan signal sel perusak kolagen MMP-2 (metalloproteinase matriks 2) dan MMP-9 (metalloproteinase matriks 9) pada penyembuhan soket hari ke-7 dan 14 dengan metode imunohistokimia, menunjukkan sel berwarna coklat. MMP merupakan enzim yang memainkan peran penting dalam renovasi jaringan yang terkait dengan berbagai proses fisiologis atau patologis seperti morfogenesis, angiogenesis, perbaikan jaringan, sirosis, arthritis, dan metastasis.

Hasil uji menunjukkan adanya korelasi sebesar 0,963, yang artinya terdapat hubungan signifikan antara signal sel perusak kolagen MMP-2 dan MMP-9 terhadap kepadatan kolagen pada proses penyembuhan luka pencabutan gigi yang diberi gel getah batang pisang ambon.

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Khefti Al Mawalia

Referensi:

http://www.jidmr.com/journal/wp-content/uploads/2019/07/21_D18_730_Hendrik_Setia_Budi_Layout.pdf

Hendrik Setia Budi, Eha Renwi Astuti (2019). The MMP-2, MMP-9 Expression and Collagen Density of the Ambonese Banana Stem Sap Administration on Wound Healing. J Int Dent Med Res 2019; 12(2): 492-497.

Berita Terkait

Khefti Al Mawalia

Khefti Al Mawalia

Leave Reply

Close Menu