Enam Mahasiswa FST UNAIR Borong Juara di Malaysia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Hendriyan Ogivano salah satu peserta menjelaskan topiknya kepada President of MSU Chancellor Hall, Management & Science University, Malaysia. (Dok. Istimewa)

UNAIR NEWS – Menjelang penghujung tahun 2019, mahasiswa Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Prestasi tersebut ditorehkan oleh enam mahasiswa S1 Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi (SI FST) dalam ajang International Exhibition of Research, Idea & Innovation on Creative and Humanizing (ie – RIICH’19).

Kompetisi itu dilaksanakan pada (16-18/19) bertempat di Convention Hall, Level 5 E-Learning, Sultan Abdul Jalil Shah Campus (KSAJS), Sultan Idris Education University (UPSI), Malaysia. Koordinator program Studi (kaprodi) SI Dr. Rimuljo Hendradi M.Si., mengatakan bahwa acara itu merupakan undangan inovasi dan kreatifitas dari kampus yang sudah bekerja sama dengan UNAIR.

“Dalam rangka ya, memenuhi undangan inovasi dan kreatifitas dari kampus yang sudah kerja sama dengan UNAIR,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.

Inovasi dari enam mahasiswa tersebut memiliki topik yang berbeda-beda. Antara lain, Hendriyan Ogivano dengan topik Med Buddies HIV/AIDS Medication Partner; Affandy Fahrizain dengan topik Smart Watering System for Greenhouse Farmers based on Internet of Things and Android, dan Muhyiddin Ubaidillah dengan topik ExSyDiENT: Expert System application for Diagnosis of ENT Disease witj android-based Certainly Cactor Method. Ketiganya mendapatkan Gold Award.

Tidak hanya itu, mahasiswa atas nama Via Aprilya dengan topik Udzkuruni : Application for Blind People to Learn Arabic Braille; Farissa Riski Rahmadona denbgan topik Expert System Detecting Stunting in Children Using Certainty Factor Method : A Web Based Application, dan Mohammad Ali Asy-Syakir dengan topik Comparison of Indonesian Tala and Nazhief Adriani Stemming Algorithms Performance Using Python. Ketiganya mendapatkan Silver Award.

“Untuk Muhyiddin Ubaidillah juga dapat Best International Project, serta Affandy Fahrizain mendapatkan Best Project dari IEEE Systems, Man, and Cybernetics Society (IEEE SMC),” tambahnya.

Para juara berfoto bersama Convention Hall, Level 5 E-Learning , Sultan Abdul Jalil Shah Campus (KSAJS), Sultan Idris Education University (UPSI), Malaysi pada (18/19). (Dok. Pribadi)

Sementara itu, menurut Hendra sapaan akrabnya yang juga mendampingi para peserta, untuk Hendriyan Ogivano juga mendapatkan Silver Award (Category Best Project) dengan topik yang sama dalam ajang Management & Science University on Idea Regeneration Expo 2019 (MSU iREX 2019). Ajang tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Informasi & Rekayasa (FISE) MSU pada (16-17/19) bertempat di Chancellor Hall, Management & Science University, Malaysia.

Hendra berharap, dengan mengikuti ajang tersebut dapat menguntungkan bagi UNAIR, terutama bagi mahasiswa yang bersangkutan. Untuk mahasiswa, prestasi tersebut dapat memperkaya portofolio, pengalaman, wawasan, teman baru, serta menambah rasa percaya diri. Hal tersebut dapat berdampak dalam rangka mempermudah mendapatkan pekerjaan.

“Karena memang pada tahap wawancara, biasanya kalau sudah lulus pada tahap sebelumnya, yang jatuh itu wawancara, pada tahap terakhir. Kesulitannya adalah pertanyaan produk yang pernah diciptakan, dalam perkuliahan pernah membuat apa saja. Nah mereka sekarang sudah mempunyai bekal membuat aplikasi, sehingga itu menambah nilai plus bagi mereka,” pungkasnya. (*)

Penulis : Asthesia Dhea Cantika

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu