Ahli UNAIR Kaji Cara Lansia Mandiri Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Lanjut usia atau lansia umumnya memiliki keinginan untuk menikmati hari tua mereka dengan keluarga. Akan tetapi, dalam keadaan tertentu, mereka memutuskan untuk hidup mandiri karena tidak mau merepotkan anak serta menantunya. Dari situ, lansia harus dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya sendiri.

Berdasarkan sebuah penelitian, kejadian gizi buruk pada lansia banyak terjadi pada lansia yang berusia 70 tahun. Selain itu, angka kejadian malnutrisi cukup tinggi pada lansia yang tinggal di daerah pedesaan, karena dietnya tidak sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

Untuk membahasnya lebih mendalam, Dosen Fakultas Keperawatan (FKp) UNAIR, Rista Fauziningtyas, melakukan studi kasus penelitia lansia di pedesaan Magetan.

Penelitian tersebut melibatkan tujuh orang lansia yang hidup sendiri tanpa keluarga atau pasangan.Lansia tersebut, rata-rata berusia 64 tahun, yang mayoritas bekerja sebagi petani dan buruh tani. Penghasilan mereka kira-kira 500ribu hingga 1,5 juta rupiah sebulan.

“Dari tujuh responden, empat (lansia, red)diantaranya terindikasi mengalami resiko malnutrisi,” ujarnya.

Berdasarkanpenelitian tersebut, terdapat tiga strategi dilakukan mereka untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, yaitu membeli makan jadi dari warung, memasakan makanan sendiri, dan memperoleh bahan makanan dari kebun.

“Makanan jadi yang biasa dibeli oleh lansia sangat beragam, mulai dari aneka kue, nasi lengkap dengan lauk pauk dan juga bakso. Bahan makanan yang diperoleh dari kebun biasanya adalah aneka sayur mayur, buah-buahan dan beberapa umbi-umbian,” terang Rista.

Namun, Kata Rista, Pengolahan makanan dengan cara sederhana biasanya tidak memperhatikan tata cara penyajian. Makanan tidak ditata diatas meja, hanya diletakkan didalam panci atau wajan. Kebanyakan lauk yang dibeli di warung adalah tahu dan tempe.

Akibat tidak memperhatikan kebutuhan nutrisi, terkadang lansia menemui masalah penyakit seperti asam urat, kaku sendi, dan rematik. Kondisi penyakit tersebut, diperparah dengan gangguan akibat proses penuaan, seperti gigi yang tanggal dan kesulitandalam menelan makanan.

Untuk itu, masalah tersebut harus segera diatasi. Arista menemukan jawaban dari penelitiannya, bahwa kerja sama dari pemerintah, petugas kesehatan, dan masyarakat sekitar dapat membantu menangani kasus kekurangan nutrisi pada lansia.

Menurut Arista, keterlibatan masyarakat dapat dilakukan dengan perhatian dan pengawasan khusus berupa kader-kader untuk lansia. Petugas kesehatan di Puskesmas, juga dapat melakukan kunjungan ke rumah para lansia untuk mengecek status kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan nutrisinya.  

Kegiatan Posyandu lansia juga perlu digiatkan untuk membantu mengecek status gizi lansia. Selain itu, keluarga tetap harus memberikan support dan kunjungan secara regular pada lansia yang tinggal sendiri.

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor          : Nuri Hermawan

Link   :https://doi.org/10.5958/0976-5506.2019.02282.4

Rista Fauziningtyas, Elida Ulfiana, and Anggraini Oktavia Ristya, 2019. How Do I Fulfill My Nutrition: The Experience of Older Adult Who Live Alone, Indian Journal, Volume: 10, Issue: 8.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu