Karies Gigi dan Penyakit Periodontal pada Ibu Hamil, Perlukah Diperhatikan?

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Karies Gigi dan Penyakit Periodontal pada Ibu Hamil. (Sumber: Grid.ID)

Kehamilan dapat menjadi faktor resiko penyakit di rongga mulut karena jaringan rongga mulut rentan terhadap perubahan akibat perubahan hormonal. Perubahan pada tubuh meliputi perubahan spesies mikroba rongga mulut sehingga terjadinya kolonisasi bakteri patogenik dan meningkatkan insidensi penyakit mulut. Hubungan kehamilan dan inflamasi periodontal telah terbukti dalam banyak penelitian. Pemeliharaan kesehatan rongga mulut selama kehamilan penting karena status kesehatan gigi ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor masa kehamilan.

Perubahan hormonal pada ibu hamil dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti ngidam, mual, muntah dan termasuk keluhan sakit gigi (gigi karies) akibat dari kebiasaan mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Hiperemesis dan keinginan makan manis juga menyebabkan terjadinya kebersihan mulut yang buruk sehingga faktor ini dikaitkan dengan komplikasi kehamilan. Komplikasi kehamilan yang telah dihubungkan dengan penyakit periodontal, meliputi kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah, keguguran, dan preeklampsia (Jiang et al., 2016).

Lesi karies yang dalam dan tidak segera diberi perawatan dapat menyebabkan penyakit periodontal seperti abses akut maupun kronis. Infeksi pada jaringan periodontal dapat menjadi sumber dari mediator keradangan dan dapat mengancam fetus plasenta sehingga meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur (Tadakamadla et al., 2007).

Dalam penelitian yang dilakukan penulis pada para ibu hamil di sebelas puskesmas di Surabaya, pengaruh kehamilan pada jaringan periodontal diteliti secara klinis dengan melihat perdarahan gingiva, kedalaman poket dan oral hygiene. Perubahan jaringan periodontal merupakan hasil dari perubahan respon imun atau dipicu oleh stres dan kecemasan selama kehamilan, yang dapat menyebabkan pengabaian kebersihan mulut dan memperburuk kondisi periodontal.

Penelitian menunjukkan prevalensi keradangan gusi (gingivitis) dengan pemeriksaan ada tidaknya perdarahan gingiva diketahui 72 dari total 98 ibu hamil memiliki gingivitis (73%). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan prevalensi periodontitis dengan poket 4-5mm adalah 34%.  Prevalensi severe periodontitis dengan poket 6mm atau lebih dalam penelitian ini ditemukan hanya 2%.

Berdasarkan pemeriksaan kebersihan rongga mulut subjek menunjukkan sebagian besar subjek penelitian berada dalam kategori OHI-S sedang yaitu sebanyak 58 orang (59%).  Berdasarkan penelitian ini, persentase status karies pada ibu hamil adalah 84,69% atau sejumlah 83 dari 98 ibu hamil menderita karies dan hanya 15,3% atau sejumlah 15 dari 98 ibu hamil yang tidak menderita karies dengan nilai rata-rata DMF-T adalah 4,34. Untuk nilai rata-rata decay 3,03, missing 1,08, dan filling 0,05.

Penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil tidak rutin memeriksakan kesehatan rongga mulut pada dokter gigi selama kehamilan. Status periodontal dan kebersihan mulut pada subjek terkait dengan frekuensi berkunjung ke dokter gigi. Kurangnya kunjungan untuk pemeliharaan kesehatan periodontal dapat menyebabkan akumulasi plak meningkat. Berkunjung ke dokter gigi hanya pada saat ada keluhan saja dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit periodontal.

Distribusi subjek penelitian berdasarkan trimester kehamilan, menunjukkan bahwa prevalensi karies yang paling tinggi adalah pada kelompok ibu hamil di trimester kedua yaitu dengan nilai DMF-T sebesar 4,69 namun cenderung tidak menunjukkan perbedaan yang besar pada trimester ketiga yaitu dengan nilai DMF-T sebesar 4,57.

Tingginya prevalensi karies gigi pada ibu hamil pada trimester kedua dan ketiga dapat terjadi karena produksi dari hormon estrogen dan progesteron meningkat secara bertahap hingga bulan ke-delapan. Pada bulan akhir dari masa kehamilan, konsentrasi progesteron menjadi konstan tetapi produksi hormon estrogen terus meningkat.

Pencegahan penyakit gigi dan mulut perlu dilakukan sedini mungkin. Saat ini pemerintah tengah menggalakkan program 1000 Hari Pertama Kehidupan, dengan tujuan mendampingi ibu hamil sejak hari pertama kehamilan. Kesehatan dan tumbuh kembang bayi dipantau dan dijaga agar maksimal, termasuk diantaranya kesehatan giginya kelak.

Pemeriksaan dan kesehatan rongga mulut ibu hamil menjadi salah satu yang harus diperhatikan. Keberhasilan program tersebut memerlukan kerjasama semua pihak yang terkait agar terlahir generasi masa depan yang sehat, kuat dan unggul. (*)

Penulis: Udijanto Tedjosasongko, Fridianty Anggraeni, Mok Li Wen, Satiti Kuntari, Mega Moeharyono

Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://revista.uepb.edu.br/index.php/pboci/article/view/4533/pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu