Analisis Keputusan Perempuan Bekerja di Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI perempuan karir. (Foto: Istimewa)
ILUSTRASI perempuan karir. (Foto: Istimewa)

Salah satu keberhasilan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia ditandai dengan meningkatnya peran perempuan di bidang ketenagakerjaan. Perempuan memiliki hak dan peluang yang sama dengan laki-laki untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi (Melis, 2017). Peningkatan peran perempuan dalam ekonomi diilustrasikan oleh pertumbuhan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan (TPAK) yang cenderung meningkat. Selama 4 (empat) tahun terakhir, tingkat partisipasi tenaga kerja wanita di Indonesia meningkat secara signifikan, sedangkan TPAK laki-laki cenderung menurun.

Tujuan dari penelitian ini untuk melihat keputusan untuk bekerja bagi perempuan yang telah menikah untuk bekerja di sektor primer, sekunder, dan tersier. Serta untuk melihat pengaruh karakteristik ekonomi, demografi dan sosial pada keputusan untuk bekerja pekerja perempuan di Indonesia akan dianalisis berdasarkan probabilitas pekerja perempuan untuk memilih untuk bekerja di sektor primer, sektor sekunder, dan sektor tersier.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan regresi logistik multinomial untuk menganalisis pengaruh variabel karakteristik ekonomi, demografi, dan sosial yang meliputi upah, usia, tingkat pendidikan, status dalam rumah tangga, pengalaman kerja, dan area perumahan terhadap keputusan untuk perempuan di Indonesia. Degan menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2017 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasar data Sakernas pada Agustus 2017, terdapat 716.700 individu, akan tetapi tidak semua data digunakan, hanya yang sesuai dengan tujuan penelitian. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pekerja perempuan yang menikah dan bekerja sesuai dengan sektor atau bidang usaha berdasar karakteristik upah, usia, tingkat pendidikan, status dalam rumah tangga, area perumahan, dan pengalaman kerja.

Perangkat lunak Stata 13.0 digunakan untuk menganalisis keputusan perempuan untuk bekerja di sektor primer, sekunder, dan tersier. Hasil regresi logistic multinomial akan dianalisis dengan menggunakan marginal effect. Nilai dari marginal effect dapat mengukur efek mengubah satu unit variabel independen tertentu pada probabilitas kategori j (Cameron dan Trivedi, 2005). Dengan menggunakan efek marginal, kategori referensi pada variabel dependen juga dapat diperkirakan. Marginal effect menunjukkan bagaimana perubahan variabel dependen akibat dari perubahan variabel independen, dengan mengasumsikan variabel lainnya dianggap konstan.

Berdasarkan data yang digunakan untuk dianalisis menunjukkan upah tertinggi rata-rata pada perempuan yang bekerja di sektor tersier, yaitu sebesar 2,190 juta rupiah. Sedangkan upah rata-rata pekerja perempuan di sektor primer dan sekunder adalah 1,365 juta rupiah dan 9,122 ribu rupiah. Berdasar data upah rata-rata, sektor primer adalah sektor yang memiliki upah rata-rata terendah dibandingkan sektor lainnya sehingga sektor ini tidak menarik bagi pekerja perempuan. Rendahnya upah yang diterima oleh pekerja perempuan di sektor primer berdampak pada perpindahan pekerjaan dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier. Pergeseran dalam pekerjaan pekerja perempuan merupakan salah satu alasan dalam pergeseran struktur ekonomi di Indonesia.

Berdasar hasil model regresi logistik multinomial, karakteristik demografi, sosial, dan ekonomi yang meliputi upah, usia, tingkat pendidikan, status dalam rumah tangga, pengalaman kerja, dan area perumahan berpengaruh signifikan terhadap keputusan untuk bekerja perempuan. pekerja di Indonesia. Upah memiliki peran penting dalam keputusan untuk bekerja bagi pekerja perempuan menurut sektor ekonomi. Upah rata-rata yang tinggi di sektor tersier meningkatkan jumlah pekerja perempuan dibandingkan dengan sektor primer dan sekunder.

Tingkat pendidikan juga berkontribusi pada keputusan untuk pekerjaan pekerja perempuan di Indonesia. Tingkat pendidikan tersier pekerja perempuan adalah variabel yang paling berpengaruh di antara variabel-variabel lain pada keputusan untuk bekerja pekerja perempuan di sektor tersier. Pekerja perempuan berpendidikan tinggi memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di sektor tersier dibandingkan dengan bekerja di sektor primer dan sekunder. Sebagai kepala rumah tangga, pekerja perempuan juga cenderung memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di sektor sekunder dan tersier.

Studi ini menemukan bahwa pekerja perempuan cenderung bekerja di sektor tersier daripada di sektor primer. Temuan ini sejalan dengan tren peningkatan pekerja perempuan di sektor tersier yang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pergeseran struktur ekonomi di Indonesia. Temuan lain adalah bahwa kenaikan upah mengurangi kemungkinan pekerja perempuan untuk bekerja di sektor sekunder. Kondisi ini mungkin terkait dengan adanya aturan upah minimum dan kontrak upah yang mengikat pekerja perempuan di sektor sekunder, terutama di sektor industri besar dan menengah. (*)

Penulis: Andi Yhudo Wijayanto, Dyah Wulan Sari

berikut kami lampirkan artikel populer ilmiah beserta link jurnal 

https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edaj/article/view/29529

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu