Sambut Hari Ibu, SCOLAH-UNAIR Mengajar Tanamkan Parenting Education Kepada Orang Tua

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SELURUH adik bianaan dan orang tua sedang berfoto bersama seluruh panitia setelah berakhirnya acara parenting education di FKM UNAIR. (Foto: Fahmi Royani)
SELURUH adik bianaan dan orang tua sedang berfoto bersama seluruh panitia setelah berakhirnya acara parenting education di FKM UNAIR. (Foto: Fahmi Royani)

UNAIR NEWS – Parenting merupakan ilmu yang berkaitan dengan cara mendidik anak. Dalam mendidik dan mengasuh anak tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat dan tanpa usaha yang benar-benar maksimal. Orangtua akan melakukan yang terbaik dalam mendidik anak-anaknya.

Dalam menyambut hari ibu sekaligus memberikan wawasan mengenai parenting, SCOLAH-UNAIR Mengajar menggelar Parenting Education yang ditunjukan kepada orangtua dari adik binaan dengan tema Ibu cerdas anak berkarakter. Acara ini sendiri diselenggarakan pada Sabtu (21/12/2019) di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR).

Salah satu Psikolog sekaligus dosen Fakultas Psikologi UNAIR Ike Herdiana, M.Psi., menuturkan bahwa dalam membangun karakter anak harus dengan pengasuhan yang positif. Setiap orangtua pasti ingin mendidik anaknya dengan baik, ingin anaknya sukses, pintar, serta sehat raga dan jiwanya.

“Kenyataan dalam dalam mendidik anak merupakan sesuatu hal yang tidak mudah. Misal kita menyuruh disiplin mandi. Ketika anak kita sudah disuruh mandi lalu kita tinggal, saat balik lagi kadang tetap belum juga mandi,” ungkapnya.

Ada beberapa hal yang juga dapat bedampak buruk bagi masa depanya. Misalnya pengalaman negatif seperti memarahi karena kaos kaki hilang atau pulang sekolah pakaian dilempar ke mana-mana. Ingatan terebut akan dibawa sampai besar apalagi anak dimarahi setiap hari.

Bagi orangtua marah adalah tanda sayang mereka terhadap anak, tetapi bagi anak marah sama halnya dengan membenci. Hal tersebut akan dibawa anak sampai ia tumbuh dewasa.

Reaksi marah sendiri bukanlah merupakan suatu reaksi yang baik. Ada baiknya anak ditanya secara baik-baik terlebih dahulu.

“Ketika anak dibesarkan dengan hinaan malah dia akan terus menyesali dirinya sendiri. Misal membandingkan anak dengan kakaknya, maka dia akan terus menyesal kok aku tidak bisa berbuat apa-apa dan akan kehilangan percaya dirinya. Jika anak diajarkan toleransi, dia akan lebih menerima apa yang terjadi,” jelasnya.

Seberapa besar pengasuhan oleh orangtua akan bedampak banyak kepada anak. Anak-anak belajar dari cara dia dibesarkan karena role modelnya merupakan orang tuanya sendiri.

“Orangtua harus bijaksana dalam mendidik karakter anak. Jangan memusuhi, terus beri memotivasi, dan jangan menanamkan hal yang negatif. Orangtua harus bisa mengendalikan diri dan harus menanamkan nilai-nilai positif agar anak dapat menjadi pribadi yang tangguh,” ungkapnya.

Pada akhir perbincangan, Ike berpesan kepada seluruh orang tua bahwa yang paling penting bagi anak adalah memiliki kasih sayang yang besar sampai dia dewasa. (*)

Penulis: Fahmi Royani

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu