“Virgin Coconut Oil” Solusi Pakan terhadap Pertumbuhan Ayam Pedaging

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI peternakan ayam. (Foto: seluler.id)
ILUSTRASI peternakan ayam. (Foto: seluler.id)

Terdapat banyak problem peternakan yang muncul di Indonesia. Salah satunya dalam masalah upaya peningkatan hasil peternakan dengan memodifikasi pakan. Khususnya bagaimana caranya agar peternak ayam tetap diuntungkan dengan memodifikasi komposisi pakan.

Limbah virgin coconut oil (VCO) sebagai bahan tambahan pakan dapat menjadi alternatif karena ketersediaan bahan limbah tersebut yang melimpah dan mudah untuk diperoleh. Ampas VCO memiliki nutrisi berupa lemak dan protein tinggi yang dibutuhkan oleh ayam broiler.

Perkembangan peternakan ayam broiler mencakup beberapa faktor yang saling berkaitan. Berbagai usaha telah dilakukan guna meningkatkan populasi dan produktivitas secara lebih efisien. Mendukung keberhasilan tersebut, peranan pakan merupakan faktor yang sangat penting karena 60 persen dari biaya produksi adalah untuk pakan, pakan dapat ditekan dengan sedikit biaya dan seefisien mungkin atau tanpa  berpengaruh buruk terhadap performen, produksi, dan respons fisiologis maka usaha ternak ayam broiler dapat memberikan keuntungan besar sebagai sumber pendapatan masyarakat.

Bahan pakan utama ayam pedaging saat ini masih dinilai terlalu mahal untuk dapat dibeli oleh masyarakat peternak kecil. Akibatnya perlu dicari bahan pakan substitusi yang harganya lebih murah, tetapi mengandung nilai nutrisi yang diperlukan oleh ternak, misalnya hasil sisa atau limbah industri Virgin Coconut Oil yang telah diendapkan sebagai sumber energi dan protein.

Pemanfaatan limbah industri sebagai bahan pakan ternak sudah lama dilakukan dalam usaha peternakan. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak industri-industri yang berdiri, limbah dari industri hingga kini belum banyak dimanfaatkan. Terutama untuk pakan ternak. Contohnya, limbah dari industri pembuatan minyak kelapa murni atau lebih dikenal dengan nama Virgin Coconut Oil (VCO). Hasil sisa industri pembuatan Virgin Coconut Oil yang potensial untuk pakan ternak adalah ampasnya.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar gizi dalam ampas sehingga dapat dijadikan sebagai substitusi pakan komersial ayam broiler. Apabila dilihat dari komposisi kimianya, kandungan ampas Virgin Coconut Oil cukup baik. Berdasar pendahuluan penelitian yang telah dilakukan, maka cukup beralasan untuk mengadakan penelitian pengaruh penggunaan ampas Virgin Coconut Oil sebagai substitusi pakan komersial terhadap konsumsi, pertambahan berat badan dan konversi pakan ayam pedaging. Penelitian ini dilakukan di kandang hewan coba Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya.

Penelitian ini menggunakan ampas Virgin Coconut Oil yang dicampurkan ke dalam pakan sebanyak 125 gram, 250 gram, dan 500 gram dalam 1 kg pakan. Pada minggu pertama sampai akhir minggu, ketiga ayam diberi pakan komersial tanpa dicampur ampas Virgin Coconut Oil. Awal minggu keempat diberi adaptasi pakan. Ransum perlakuan diberikan setelah ayam berumur awal minggu kelima sampai ayam berumur akhir minggu keenam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan terhadap pertambahan berat badan dan konversi pakan, tetapi tidak terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan terhadap konsumsi pakan ayam pedaging. Ampas Virgin Coconut Oil dapat dimanfaatkan sebagai substitusi dalam pakan komersial ayam pedaging sampai presentase 50 persen. (*)

Penulis: Tridiganita Intan Solikhah, drh., M.Si

Referensi terkait tulisan di atas:

http://www.envirobiotechjournals.com/article_abstract.php?aid=9792&iid=279&jid=3

Solikhah, TI., Solikhah, GP. 2019. The Effect of Virgin Coconut Oil Waste in the Ration Against Broiler Chicken Growth (Gallus Sp.).J. Ecology, Environment and Conservation., Vol. 25, 55-60

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu