Rehabilitasi Gigi Hilang pada Kedua Sisi Belakang Rahang Bawah Pada Pasien dengan Gigitan Tidak Stabil

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh smile works dental care

Seorang pasien wanita berusia 62 tahun dating ke Rumah Sakit Gigi Universitas Airlangga untuk mempertahankan sisa giginya, membuat gigi palsu untuk gigi yang hilang, dan menyatakan bahwa ia mengharapkan hasil estetika yang tinggi. Pasien telah kehilangan gigi pada kedua sisi belakang rahang bawah, yang mengakibatkan oklusi (gigitan) tidak stabil. Untuk menstabilkan oklusi, pasien ini dirawat dengan gigi palsu transisional (sementara). Setelah 3 bulan follow up dan gigitan pasien sudah stabil, perawatan prostodontik dilakukan dengan pemasangan Attachment Retained Mandibular Removable Partial Denture yang berfokus pada harapan pasien untuk mendapatkan hasil estetika yang baik serta rehabilitasi fungsional.

Kehilangan gigi adalah cacat fisik yang terkait dengan keadaan fungsional, sosial dan mental seseorang, serta masalah estetika. Efek mental dari berbagai bentuk kehilangan yang melibatkan organ tubuh telah didokumentasikan dalam literatur dan diakui memiliki konsekuensi mendalam bagi tiap individu. Konsekuensi emosional dari kehilangan total atau sebagian gigi berupa kehilangan kepercayaan diri, kecemasan tentang penampilan dan citra diri, merahasiakan kehilangan gigi, dan kasus kehilangan gigi masih dianggap merupakan hal tabu yang tidak bias didiskusikan dengan orang lain.

Kehilangan gigi bisa membuat oklusi tidak stabil. Kemampuan untuk menandai ketidakstabilan oklusal dan untuk mencapai stabilitas oklusal harus dipahami dengan baik oleh setiap dokter gigi. Cara untuk merencanakan akhir perawatan adalah untuk mendapatkan hasil yang stabil yang tidak melahirkan atau mempertahankan kerusakan pada sistem stomatognatik.

Kehilangan gigi belakang disertai dengan kehilangan oklusi semakin mengurangi fungsi kunyah dari seseorang. Hilangnya fungsi mengunyah gigi belakang menyebabkan pasien cenderung menggunakan gigi depan untuk menggantikan fungsinya. Hal ini mengakibatkan ketidakstabilan oklusi dan pasien cenderung memajukan dagu dan mengubah oklusi untuk mengkompensasi hal ini.

Penggunaan gigi palsu transisional dapat menjadi pilihan untuk mengatasi ketidakstabilan dalam oklusi. Bentuk prosthesis transisional ini memiliki indikasi sebagai berikut: untuk mengembalikan bidang oklusal ketika kehilangan gigi geraham; sebelum perawatan di bidang lain dengan tujuan stabilisasi oklusal dan pengkondisian otot; kembalinya Dimensi Vertikal Oklusi (VDO), serta panduan untuk rehabilitasi oral. Selain itu, gigi tiruan transisi ini digunakan untuk mengembalikan bidang oklusal yang benar pada posisi rahang bawah yang salah ketika terdapat kontraindikasi perawatan lain.

Meskipun ada kemajuan dalam kedokteran gigi preventif, kasus gigi hilang (edentulous) adalah masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia. Edentulous adalah kondisi yang mengurangi kualitas hidup dan diilustrasikan sebagai “penanda utama dari penyakit bagi kesehatan mulut.” Salah satu indeks terpenting kesehatan mulut adalah kemampuan mempertahankan gigi secara integral selama hidup.

Studi ini menentukan bahwa dalam kasus tidak adanya gigi belakang, merupakan perubahan degeneratif dan perkembangan dari disfungsi sendi temporomandibular. Kurangnya kekuatan oklusal dan pengunyahan, yang sebelumnya dilakukan oleh gigi belakang, mengakibatkan kerusakan keseimbangan jaringan, berakhir dengan peningkatan kemungkinan perkembangan Temporo Mandibular Disorder (TMD), serta mengakibatkan fungsi pengunyahan yang abnormal.

Hasil akhir perawatan prostodontik pada kasus ini menggunakan gigi tiruan dengan perlekatan presisi (attachment) yang merupakan gigi tiruan yang melekat pada rahang pasien tanpa adanya klamer / clasp. Attachment merupakan salah satu dari beberapa perawatan prostodontik terbaik yang dapat ditawarkan kepada pasien karena memiliki beberapa keuntungan, yaitu tercapainya keinginan pasien akan hasil estetik tinggi yang memberikan gambaran pasien seolah-olah tidak sedang menggunakan gigi tiruan.

Gigi tiruan yang didukung oleh attachment meningkatkan kepuasan yang lebih besar, penampilan yang lebih baik, dan pengunyahan yang baik. Penggunaan non-clasp attachment retained membuat estetika, rehabilitasi, propriosepsi dan kepuasan yang lebih baik, dan juga memberikan retensi, kemudahan, dan regularitas penggunaan gigi palsu. Prosedur teknisnya yang sederhana dan keuntungannya dalam bidang estetik yang tinggi sangat bermanfaat bagi pasien.

Penulis: Dr. Nike Hendrijantini, drg., M.Kes., SpPros(K)

Informasi detail daripenelitianinidapatdilihat di: https://actamedicaphilippina.upm.edu.ph/index.php/acta/article/view/709

Hartono, Cindy Karina, Nike Hendrijantini, and Soekobagiono. 2019. “Bilateral Mandibular Posterior Edentulous Rehabilitation for Unstable Occlusion Patient with Bilateral Attachment Retained Mandibular Removable Partial Denture.” Acta Medica Philippina 53 (6): 488–98.

Berita Terkait

Khefti Al Mawalia

Khefti Al Mawalia

Leave Reply

Close Menu