Meningkatkan Kepercayaan Diri pada Dewasa Muda dengan Veneer Direk Komposit

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh alodokter

Masalah estetika gigi pada usia dewasa muda meliputi bentuk, warna, ukuran dan posisi gigi yang kurang menarik dapat mempengaruhi interaksi psikososial dan kepercayaan diri pada seseorang. Estetika gigi sangat penting dalam daya tarik fisik secara keseluruhan oleh sebab itu estetika gigi mendapat perhatian yang lebih dari para dokter gigi dalam beberapa tahun terakhir. Keadaan gigi merupakan factor penting dalam membentuk senyum dan ekspresi wajah. Sebanyak 85% orang dewasa mengharapkan memiliki penampilan gigi yang lebih baik. Orang dewasa dengan gigi yang berjejal, overjet yang besar atau gigitan dalam dilaporkan mempunyai tingkat kepercayaan diri yang lebih rendah dan memiliki dampak psikososial negative dibandingkan dengan orang tanpa masalah gigi.

Penelitian terbaru menyatakan bahwa baik daya tarik wajah dan tubuh adalah cara untuk melihat daya tarik seseorang secara keseluruhan dan wajah merupakan predictor yang lebih kuat. Ini menunjukkan bahwa individu dengan karateristik kepribadian positif memiliki wajah yang dianggap lebih menarik secara sosial. Selain itu, estetika gigi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap daya tarik wajah karena selama keterlibatan sosial, lawan bicara pertama kali akanmemperhatikan mata dan mulut pembicara. Karena itu, senyum memainkan peran penting dalam menentukan ekspresi dan penampilan wajah. Kepuasan yang dirasakan terhadap estetika gigi memiliki dampak positif pada perilaku sosial dan psikologis dan kepercayaan diri seseorang. Individu dengan kepercayaan diri yang rendah jarang tersenyum, sering merasa dibully tentang penampilan gigi mereka, dan percaya bahwa gigi lurus meningkatkan kualitas gigi seseorang. popularitas dan kesuksesan dalam hidup. Karena itu, estetika gigi memainkan peran penting dalam menentukan ekspresi dan penampilan wajah.

Veneer merupakan perawatan yang tepat untuk restorasi gigi estetika dan konservatif. Restorasi veneer dapat dibagi dua yaitu direk dan indrek. Veneer direk merupakan suatu lapisan bahan dalam kasus ini menggunakan komposit, yang dilekatkan pada permukaan gigi untuk kepentingan estetika. Perawatan ini diindikasikan untuk gigi dengan kerusakan dan maformasi permukaan fasial, perubahan warna atau untuk restorasi yang telah berubah warna. Direk veneer mempunyai keuntungan lebih praktis dalam penggunaannya karena dapat dilakukan dalam satu kali pertemuan serta lebih ekonomis.  

Pada laporan kasus 1 menjelaskan pasien laki-laki usia 23 tahun dengan keluhan gigi patah dan terdapat jarak antar gigi pada gigi bagian depan atas datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga. Pasien merasa tidak percaya diri dengan penampilannya sehingga kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Pada pemeriksaan intraoral menunjukkan adanya diastema pada gigi insisif sentral dan gigi 11 yang tipping kearah distal serta bentuk gigi insisif lateral yang kurang menarik. Rencana perawatan dilakukan dengan menggunakan aplikasi Keynote untuk menentukan ukuran dan bentuk gigi yang diinginkan serta sebagai panduan dalam membuat diagnostic wax up. Setelah dilakukan informed consent, dilanjutkan dengan isolasi gigi dengan rubberdam dan pemilihan warna gigi. Setelah  itu permukaan gigi dibuat kasar dengan abrasive disc. Setelah itu gigi diberi etsa dan bonding. Kemudian bagian gigi yang sudah dikasari dilapisi dengan komposit dan dihaluskan dengan abrasive disc dan dipoles untuk mendapatkan permukaan yang halus dan mengkilap. 

Pada laporan kasus 2 menjelaskan pasien wanita usia 20 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan MulutUniversitasAirlangga dengan keluhan terdapat bercak-bercak putih pada gigi depan atas depan. Pemeriksaan intraoral menunjukkan terdapat lesi white spot serta karies diantara gigi insisif lateral dan insisif sentral (12 dan 11). Setelah pengambilan informed consent, dilakukan isolasi dengan rubberdam. Pengambilan warna gigi dilakukan dengan Teknik button. Setelah warna ditentukan, whitespot dihilangkan dan diberikan long bevel pada permukaan labial gigi. Permukaan gigidi berikan etsa dan bonding yang kemudian dilapisi dengan bahan komposit dan dibentuk berdasarkan bentukan anatomi gigi. Permukaan komposit yang masih kasar dihaluskan dengan abrasive disc dan dipoles.

Kepercayaan diri pada dewasa muda dapat dikaitkan dengan estetik gigi. Persepsi estetika gigi mencakup banyak factor seperti bentuk, warna, dan posisi gigi. Veneer direk dengan bahan komposit dapat memberikan solusi dalam meningkatkan kepercayaan diri seseorang karena dapat memberikan hasil yang signifikan secara langsung sehingga mendapatkan kepuasan instan.

Penulis: Revina Ester Iriani Marpaung, drg dan Prof. Dr. AdioroSoetojo, drg., MS., Sp. KG (K)

Informasi detail dari laporan kasus ini dpat dilihat pada tulisan kami di:

https://actamedicaphilippina.upm.edu.ph/index.php/acta/article/view/682

Marpaung REI, Soetojo A. Enhanced Self-confidence in Young Adolescents with Direct Partial Composite Veneer:  A Case Series. 2019;53(6)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu