Disparitas Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan pada Penduduk Usia Lanjut

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Padmanaba id

Penduduk usia lanjut (lansia) di Indonesia jumlahnya semakin meningkat. Hal ini tejadi seiring perbaikan usia harapan hidup pada beberapa daerah di Indonesia. Kondisi ini tentu saja merupakan indikasi positif dari keberhasilan pelayanan kesehatan di Indonesia. Tetapi hal ini sekaligus meruakan tantangan berat, karena dengan semakin bertambahnya usia, maka akan semakin banyak pula masalah kesehatan yang potensial terjadi. Oleh karena itulah penangangan masalah kesehatan pada kalangan penduduk usia lanjut harus menjadi perhatian tersendiri.

Akses penduduk lansia ke pelayanan kesehatan juga menjadi aspek penting yang berdampak pada kesehatan lansia. Secara fisik, lansia banyak mengalami keterbatasan, termasuk dalam hal kemandirian untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan. Semakin jauh jarak menuju fasilitas kesehatan, semakin sulit lansia untuk menjangkau.

Kajian terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan kelompok lansia di wilayah urban dan rural menemukan hasil yang menarik. Lansia kelas menengah mendominasi untuk menggunakan layanan kesehatan rawat jalan di daerah perkotaan sementara lansia dengan status sosial ekonomi tinggi memanfaatkan lebih banyak layanan kesehatan rawat jalan di daerah pedesaan. Hasil yang sama ditemukan dalam penggunaan layanan kesehatan rawat inap di kedua daerah. Lansia di daerah perkotaan memiliki potensi yang lebih baik untuk menggunakan layanan kesehatan rawat jalan daripada di daerah. Sementara itu, lansia di daerah pedesaan lebih suka menggunakan layanan kesehatan rawat inap.

Temuan dalam studi ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pemanfaatan layanan kesehatan rawat inap di kalangan lansia di daerah pedesaan dan perkotaan. Akibatnya, tingkat pemanfaatan layanan kesehatan rawat inap oleh lansia di kedua daerah tersebut relatif sama. Temuan menunjukkan bahwa kondisi di mana lansia menggunakan layanan kesehatan rawat inap tidak dapat dinegosiasikan. Dalam hal aksesibilitas, lansia di daerah pedesaan memiliki akses yang lebih buruk daripada yang di perkotaan. Namun, jika mereka membutuhkan perawatan lebih lanjut dan rawat inap, mereka akan dirujuk ke rumah sakit. Ini membedakan penggunaan layanan kesehatan rawat jalan di daerah pedesaan dan perkotaan. Para lansia jarang menggunakan layanan kesehatan rawat jalan karena lokasinya yang terpencil. Meskipun orang tua memiliki keluhan, mereka tidak akan pergi ke pusat layanan kesehatan primer. Akibatnya, penyakit mereka cenderung parah dan langsung memerlukan perawatan kesehatan rawat inap.

Informasi ini penting diketahui, sebagai bahan bagi pemerintah untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan pada lansia. Bagaimanappun, dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup, jika masalah kesehatan pada lansia tidak dikelola dengan baik, justru akan dapat menjadi beban bagi pemerintah di kemudian hari.

Penulis: Ratna Dwi  Wulandari

Informasi detail tentang tulisan ini dapat dilihat di: https://doi.org/10.20473/jaki. v7i2.2019.147-154

Wulandari, R. D., Laksono, A. D., (2019) Urban-Rural Disparity: The Utilization Of Primary Healthcare Centers Among Elderly In East Java, Indonesia, Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Volume 7 No 2 December 2019

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu