Peran Tanaman Puring Sebagai Tanaman Penyerap Timbal di Berbagai Jalan Protokol Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh stemit com

Kota Surabaya dijadikan pusat bisnis, perdagangan dan industri. Saat ini pencemaran udara di perkotaan menjadi permasalahan yang serius. Pencemaran udara berasal dari emisi gas buang, lebih dari 70% pencemaran diudara disebabkan oleh kendaraan bermotor, sedangkan 30% dari kegiatan industri, rumah tangga, pembakaran sampah dan lain-lain. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan jumlah kendaraan yang melebihi pertambahan kapasitas jalan, angka pertumbuhan kendaraan mencapai 7% sementara pertambahan luas, lebar dan panjang jalan masih dibawah 4% (Bapedalprop Jatim, 2004 dan DLLAJR, 2004).

Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di daerah perkotaan menimbulkan masalah tersendiri bagi lingkungan. Salah satunya adalah meningkatnya polusi udara yang disebabkan oleh emisi Pb. Puring (Codiaeum variegatum), adalah tanaman yang berfungsi sebagai tanaman hias di sepanjang jalan arteri utama Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan puring (Codiaeum variegatum) dalam menyerap Pb di jalan protokol Surabaya. Sampel penelitian diambil dari dua tempat berbeda di Jl. A. Yani dan area Kampus C Unair. Sampel dikumpulkan hingga 10 gram menggunakan random sampling. Sampel dikumpulkan dari daun puring (Codiaeum variegatum) yang digunakan sebagai bahan penelitian. Kandungan Pb dalam puring (Codiaeum variegatum) diuji menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometery (AAS). Hasil dari penelitian ini adalah perbedaan kadar Pb pada kendaraan padat jalan protokol dengan jalan yang sepi.

Timbal (Pb) adalah salah satu logam berat yang berbahaya bagi makhluk hidup karena bersifat karsinogenik. Timbal adalah logam berwarna abu-abu kebiruan dan memiliki bilangan oksidasi +2 (Sunarya, 2007). Timbal memiliki nomor 82 dengan berat atom 207.20. Titik leleh timah adalah 1740 ° C dan memiliki kerapatan 11,34 g / cm³ (Widowati, 2008). Palar (1994) mengungkapkan bahwa logam Pb pada suhu 500-600 ° C dapat menguap dan membentuk oksigen di udara dalam bentuk oksida timah (PbO).

Kenyamanan di taman kota karena adanya udara yang sejuk dan segar. Udara yang sejuk dan segar dikarenakan banyaknya tanaman yang sengaja di tanam di area taman. Tanaman yang dipilih adalah tanaman yang mampu meyerap berbagai zat yang mencemari udara dan memiliki keindahan pada bagian tertentu dari tanaman tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kandungan Pb dalam daun tanaman puring di area Kampus C Unair dan Jl. A. Yani. Jarak tanaman dengan sumber pencemar, banyaknya tanaman penutup, dan jenis tanaman di sekelilingnya dan faktor lingkungan (suhu udara, kelembaban udara, intensitas cahaya, kecepatan angin, dan kadar Pb udara) menjadi faktor yang berpengaruh terhadap kandungan Pb dalam daun. Kemampuan tanaman puring dalam menyerap Pb didukung oleh struktur anatomi yang dimiliki. Kerapatan stomata bersifat meningkatkan penyerapan kadar Pb dengan kontribusi pengaruh cukup besar (R2 = 25,2%). Artinya penyerapan kadar Pb tinggi untuk daun dengan kerapatan stomata tinggi (Sulistiana dan Setijorini, 2016).Di Jl. A. Yani memiliki suhu kering 32 °C, suhu basah 27 °C sehingga kelembaban udara mencapai 66 %, intensitas cahaya 2800 Candella, dan kecepatan angin 1 m/s. Berdasarkan hasil ini Jl. A. Yani dapat dikatakan sebagai tempat yang memiliki suhu cukup panas dan kering dengan cahaya matahari yang lebih terik dibanding dengan area Kampus C Unair dan jarang terdapat angin.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, kandungan Pb dalam daun tanaman puring di area Kampus C Unair dan Jl. A. Yani terdapat perbedaan. Di area Kampus C Unair sebesar 0,46 mg/kg dan di Jl. A. Yani sebesar 0,74 mg/kg dan dari kedua tempat berada di bawah batas normal yang berkisar 0,5 – 3,0 ppm. Perbedaan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor lingkungan dan volume kendaraan yang melintasi jalan tesebut. Semakin tinggi volume kendraaan yang melintasi jalan tersebut semakin tinggi pula polutan Pb yang tertengkap dalam dalam tanaman Puring.





Penulis: Hamidah¹, Reny Eka Agustin², dan Thin Soedarti¹

¹Lecture of Biology Faculty of Science and Technology Universitas Airlangga, Jl. Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

²Biology Student Faculty of Science and Technology Universitas Airlangga, Jl. Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Link terkait artikel tersebut:  Absorption of lead (Pb) by Codiaeum variegatum plants in different Surabaya protocol roads: a preliminary research – IOPscience

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu