Efektifitas ESWL untuk Batu Ginjal Bawah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh tirto id

Batu ginjal adalah penyakit ketiga yang paling sering ditemukan di departemen urologi setelah infeksi saluran kemih dan benignprostate hyperplasia. Batu ginjal berasal dari tubulus dan menumpuk di kaliks ginjal. Keluhan seperti rasa sakit, obstruksi, dan infeksi dapat timbul karena batu ginjal. Kerusakan ginjal juga dapat terjadiakibat batu ginjal dan jika kedua ginjal terpengaruh, kondisi ini dapat menyebabkan gagal ginjal permanen. Terapi pemindahan batu sering diperlukan untuk mencegah komplikasi yang lebih parah atau pada kasus dimana terapi dibutuhkan karena alasan sosial. Batu saluran kemih dapat dikeluarkan secara medis, dihancurkan dengan menggunakan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), prosedur endourologis, operasi laparoskopi, atau operasi terbuka.

ESWL diindikasikan jikaukuran batu ginjal kurang dari 20mm. Data dari Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya dari Mei 2011 hingga Februari 2012 menunjukkan bahwa Angka Bebas Batu Ginjal ESWL atauESWL Stone Free Rate(SFR) pada batu ginjal dan ureter adalah 65,5%. Namun, terapi manajemen batu ginjal bawah masih menjadi perdebatan. Selain itu, tidak ada data pasti tentang efikasi untuk ESWL pada batu ginjal bawah di RSUD Dr. Soetomo. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan profil pasien batu ginjal bawah yang menjalani ESWL dan tingkat keberhasilan ESWL untuk batu ginjal bawah di Rumah Sakit Umum Soetomo dari 2012 hingga 2016.

Penelitian retrospektif analitik ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo dari bulan Mei 2012 hingga Juni 2016. Responden dari penelitian ini adalah semua pasien dengan batu ginjal yang menjalani ESWL. Kriteria inklusi meliputi: ukuran batu ginjal kurang dari <20mm dan menjalani ESWL di RSUD Dr.Soetomo Surabaya, sedangkan kriteria eksklusi adalah: 1) Pasien memiliki riwayat operasi pada saluran kemih bagian atas, 2) pasien dengan batu ginjal bawah yang disertai dengan batu ginjal bagian atas atau tengah, dan 3) data rekam medis pasien yang tidak lengkap. Kemudian, seluruh responden ini dibagi menjadi dua kelompok: mereka yang memiliki batu ginjal berukuran kurang dari 10mm dan yang berukuran 10-20 mm.

Prosedur ESWL dilakukan berdasarkan Standar Operasi Prosedur di Rumah Sakit Dr. Soetomo. Energi maksimum yang digunakan adalah 13-14 kV dan secara bertahap dinaikkan. Frekuensi shock wave atau gelombang kejut yang digunakan pada prosedur ini adalah 60-120 shock wave per menit (selama 60 menit) dengan 3000-4000 kali tembakan. Pemeriksaan radiologis abdomen atau ultrasonografi juga dilakukan dua minggu setelah ESWL untuk mengevaluasi hasil terapi.

Tingkat keberhasilan ESWL di setiap kelompok akan dibandingkan dengan menggunakan kriteria SFR yang spesifik ditujukan untuk ESWL (ESWL specific SFR criteria). SFR pada dasarnya adalah angka yang menggambarkan tingkat kebebasan saluran kemih dari batu residu atau fragmen residual yang tidak signifikan secara klinis atau Clinically Insignificant Residual Fragments (CIRF). Persyaratan CIFR terpenuhi jika kriteria ini juga dipenuhi: sisa fragmen batu 2-5 mm, tidak ada infeksi saluran kemih dan tidak ada keluhan dari pasien setidaknya tiga bulan setelah prosedur ESWL. Setelah pengumpulan, data yang kami peroleh dianalisis secara deskriptif untuk menemukan profil pasien. Secara statistik dengan menggunakan Fisher Exact Test, data yang kami kumpulkan juga diuji untuk menentukan perbedaan SFR untuk setiap kasus dengan lokasi batu yang berbeda.

ESWL banyak digunakan sebagai pengobatan lini pertama untuk batu saluran kemih berukuran kurang dari 20mm. Namun seiring berjalannya waktu, keterbatasan terapi ESWL dalam hal SFR menjadi perhatian. Berbagai kondisi seperti ukuran dan lokasi batu harus dipertimbangkan sebelum memilih ESWL sebagai terapi untuk batu saluran kemih. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa batu ginjal bawah memiliki SFR yang lebih kecil dibandingkan dengan batu ginjal atas dan tengah. Studi meta-analisis menunjukkan bahwa SFR terapi ESWL untuk batu ginjal bawah adalah 60%, sedangkan utuk batu ginjal atas dan tengah berkisar antara 70-90%.

Penelitian ini menunjukkan hasil yang sama dengan penelitian sebelumnya, di mana tingkat keberhasilan ESWL pada batu ginjal bagian bawah dengan ukuran kurang dari 10 mm yaitu 68,3%, sedangkan batu ginjal berukuran 10-20mm memiliki tingkat keberhasilan ESWL 63,0%. Hasil ini menunjukkan bahwa ESWL memiliki tingkat keberhasilan yang lebih baik pada kasus dengan batu kurang dari 10mm. Selain itu, penelitian ini membuktikan bahwa ukuran batu merupakan penentu yang signifikan untuk keberhasilan ESWL pada batu ginjal bawah, ditunjukkan dengan hasil berupa tingkat keberhasilan 68,6% pada batu ginjal bawah berukuran kurang dari 10mm dan 30,3% untuk batu berukuran 10-20mm.

Meskipun PNL dikenal lebih unggul daripada ESWL dalam terapi manajemen batu ginjal bagian bawah, PNL telah terbukti memiliki tingkat morbiditas yang lebih tinggi. Oleh karena itu, ESWL lebih unggul digunakan sebagai terapi pasien dengan ukuran batu ginjal kurang dari 20mm. Namun, perlu juga diingat bahwa ESWL bukanlah prosedur terapi yang sempurna tanpa komplikasi. Komplikasi seperti hematuria, kolik ginjal, obstruksi ureter, dan hematoma mungkin timbul setelah prosedur ESWL. Penelitian ini menunjukkan bahwa komplikasi yang paling sering timbul pada pasien adalah hematuria (ditunjukkan pada 35,9% populasi penelitian), diikuti oleh nyeri panggul (28,1%) dan hematoma panggul (10,1%).

ESWL adalah pilihan yang aman untuk terapi batu ginjal. Tingkat keberhasilan ESWL ditemukan lebih tinggi pada batu berukuran kurang dari 10mm. Selain itu, batu ginjal bawah dengan ukuran 10-20mm memiliki SFR lebih rendah dibandingkan dengan batu ginjal tengah atau atas. Komplikasi ESWL yang paling sering terjadi adalah hematuria.

Penulis: Prof Dr Soetojo, dr, SpU(K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://juri.urologi.or.id/?journal=juri&page=article&op=view&path%5B%5D=443. Riza Mazidu Sholihin, Soetojo, Haviv Muris. ESWL Effectiveness for Lower Pole Kidney Stones. Indonesian Journal of Urology. 2019;26(1):1-5

DOI https://doi.org/10.32421/juri.v26i1.443

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu