Guru Besar UNAIR Imbau Cegah Stunting Sejak Calon Pengantin

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si saat menyampaikan pidato pengukuhan guru besar pada Sabtu (14/12/2019) di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen Kampus C UNAIR. (Foto: M. Alif Fauzan)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengukuhkan tiga guru besar pada Sabtu (14/12/2019). Salah satunya adalah Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si atau yang biasa disapa Prof. Mamik, guru besar aktif Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang ke-13.

Pada pengukuhan guru besar tersebut, Prof. Mamik memaparkan pidato tentang pencegahan stunting sejak menjadi calon pengantin (Catin). Menurutnya, catin wanita adalah sasaran yang paling tepat untuk intervensi gizi prakonsepsi karena mereka adalah calon ibu hamil.

“Keberadaan gizi prakonsepsi sangat penting sebagai upaya preventif dalam mengatasi masalah kesehatan ibu dan anak, termasuk untuk pencegahan stunting,” jelasnya.

Istilah prakonsepsi itu sendiri adalah kondisi sebelum terjadinya peristiwa bersatunya sel sperma dan sel telur yang mengawali terjadinya proses kehamilan. Sementara gizi prakonsepsi, membahas tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan zat gizi untuk mempersiapkan kehamilan.

Prof. Mamik menjelaskan, kehamilan adalah kondisi yang tidak biasa, yang terjadi pada wanita. Untuk itu, perlu diberikan perhatian khusus pada ibu hamil sehingga anak yang akan dilahirkan menjadi sehat. Terutama pada status gizinya.

“Status gizi ibu sebelum dan setelah kehamilan sangat mempengaruhi kondisi bayi ketika lahir,” lanjutnya.

Bayi lahir sehat adalah modal awal untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, bebas stunting. Generasi yang tinggi. Sementara bayi stunting adalah kantong masalah kesehatan, terutama masalah kesehatan terkait gizi.

Bayi yang dilahirkan oleh ibu pendek dan status gizinya buruk berisiko melahirkan anak stunting. Selain itu, anak juga berisiko mengalami penyakit degeneratif dimasa depan.

“Pemenuhan gizi pada saat sebelum hamil sangat penting. Masa prakonsepsi sangat penting untuk mencegah masalah stunting dan atau masalah gizi lainnya,” papar Prof. Mamik.

Pada akhir pidatonya, Prof. Mamik memperkenalkan tagar baru untuk mendukung program pencegahan stunting tersebut. Yaitu #CegahStuntingSejakCatin. (*)

Penulis : Galuh Mega Kurnia

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu