Menilik Komposisi Bakteri dalam Saluran Pencernaan Kepiting Biola

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Naviri Magazine

Habitat kepiting biola terkait erat dengan mangrove namun tidak sepenuhnya bergantung pada bakau untuk berlindung, tetapi daun mangrove yang membusuk memperkaya substrat berlumpur yang menyediakan makanan utama bagi kepiting. Sebagai detritus feeder, kepiting biola makan microheterotrophs (bacteria and protozoa) atau meiofauna (nematodes) yang ada di lumpur atau permukaan partikel pasir.

Keberadaan bakteri di ekosistem mangrove memiliki arti yang sangat penting dalam menguraikan serasah daun mangrove menjadi bahan organik yang digunakan sebagai sumber nutrisi bagi organisme hutan mangrove. Kompleks detritus-mikroba paling banyak ditemukan dalam diet spesies kepiting biola. Oleh karena itu, penelitian laboratorium ini bertujuan untuk menilik komposisi bakteri yang terdapat di saluran pencernaan kepiting biola (Uca spp) terkait dengan kemampuan kepiting sebagai detritus feeder.

Pengambilan sampel saluran pencernaan kepiting biola dilakukan sebelum dan sesudah 30 hari diberi pakan serasah daun mangrove A. marina, serasah daun mangrove, subtrat tempat hidup kepiting biola, dan air substrat. Isolasi bakteri asal sampel saluran pencernaan pada medium TSA (Tryptone Soya Agar),  inkubasi media pada suhu 20-24°C selama 24-48 jam. Identifikasi bakteri meliputi uji morfologis koloni dan sel, pewarnaan gram dari koloni bakteri, dan uji biokimia.

Diketahui bakteri yang teridentifikasi dari saluran pencernaan kepiting biola yang belum diberi pakan serasah daun mangrove adalah: Actinobacillus sp., dan Vibrio alginolyticus.  Komposisi bakteri dalam saluran pencernaan kepiting biola yang diberi pakan serasah daun mangrove adalah:  Actinobacillus lignieresii dan Acinetobacter sp. Bakteri yang teridentifikasi pada serasah daun mangrove, substrat tempat hidup kepiting biola, dan air substrat masing-masing adalah: Acinetobacter sp., Actinobacillus sp., dan Vibrio sp.

Kebiasaan makan kepiting Uca spp. mengambil serasah daun tercampur dengan lumpur yang mengandung algae, detritus, jamur, dan mikroba kemudian memasukkannya ke mulut memungkinkan bakteri Acinetobacter sp. dalam substrat ikut masuk ke dalam saluran pencernaan Uca spp. Kepiting berulangkali mengikis potongan substrat dengan minor cheliped, kemudian memasukkannya ke bagian mulut sehingga terlihat makan lumpur. Bahkan maxillipeds dari bagian mulut berfungsi dengan cara yang kompleks, memisahkan materi yang dapat dimakan dari partikel anorganik.  Maxillipeds kepiting memiliki spoon-tipped setae yang berfungsi untuk memilah partikel pasir. Materi anorganik dikeluarkan kembali ke tanah dalam bentuk pellet.  Pada saat makan, kepiting bergerak perlahan ke depan dengan  meninggalkan barisan pelet makan di belakang yang tampak dari liangnya.

Ditemukannya bakteri Actinobacillus sp dalam sampel substrat, saluran pencernaan Uca spp sebelum dan sesudah diberi serasah yang membuktikan bahwa kepiting biola merupakan konsumen penting detritus, bakteri, fungi dan mikro algae bentik yang ada di habitat rawa pantai, serasah daun mangrove, sand flat, dan mudlat. Keberadaan bakteri Acinetobacter sp yang ditemukan dalam serasah daun mangrove dan saluran pencernaan Uca spp merupakan bukti bahwa kepiting biola mengonsumsi serasah daun mangrove.

Penulis: Wahju Tjahjaningsih

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/236/1/012080

M A B Kareho, E D Masithah and W Tjahjaningsih. 2019. Bacterial composition in the gastrointestinal tract of Uca spp. crabs fed on Avicennia marina leaf litter..  IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci.236 (2019) 012080.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu