Tips Jaga Fungsi Kognitif Otak dan Hindari Kepikunan saat Masuki Usia Lanjut

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI aktivitas lansia tengah merajut. (Foto: islampos.com)
ILUSTRASI aktivitas lansia tengah merajut. (Foto: islampos.com)

UNAIR NEWS – Fungsi Kognitif otak merupakan hal yang penting dikarenakan berperan aktif dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Fungsi kognitif yang optimal dibutuhkan oleh semua individu sepanjang usia, namun pada umumnya penderita penurunan fungsi kognitif adalah kaum lanjut usia (lansia).

Elida Ulfiana, S.Kep.,Ns., M.Kep, dosen sekaligus pakar keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR), menjelaskan betapa pentingnya memelihara fungsi kognitif otak pada masyarakat lanjut usia. Menjaga fungsi kognitif dapat dilakukan dengan cara sederhana seperti menulis, menggambar, dan melakukan aktivitas yang memicu kreativitas.

“Memelihara fungsi kognitif otak mampu membantu lansia untuk hidup lebih berkualitas. Seperti yang kami lakukan di posyandu mitra fakultas, yakni mengajari lansia untuk membatik karena memiliki proses identifikasi di dalamnya,” ujar Elida.

Ketika membuat pola batik, proses ini melibatkan koordinasi gambar yang dilihat oleh mata dan di proses otak menjadi informasi serta pemahaman. Lalu respons ketika menggambar melibatkan motorik lansia seperti jari-jari tangan. Pada saat bersamaan proses identifikasi bagian pola merupakan aspek registrasi pada fungsi kognitif.

Dalam mencanting memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi daripada menggambar pola dengan pensil. Sebab, mencanting butuh koordinasi kedua tangan, tangan kiri menopang kain dan tangan kanan memainkan canting. Selain itu, motorik halus lebih banyak bekerja karena mencanting harus hati-hati, teliti, sabar, konsentrasi dan perasaan harus mampu mengendalikan emosi.

Pada tahap mewarnai, warna bisa dipilih sesuai aslinya ataupun sesuai keinginan lansia. Jika proses ini dilakukan bersama-sama, lansia akan saling menyampaikan ide untuk pemilihan warna dengan diskusi. Ketika sepakat, maka terdapat perintah yang dikerjakan oleh lansia dan itu merupakan aspek bahasa dalam fungsi koqnitif.

Menurut Elida, selain dengan membatik cara sederhana memelihara fungsi koqnitif dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan yang mengandung omega 3 bermanfaat untuk nutrisi otak, olahraga, brain gym, dan tai chi. Selain itu, aktivitas fisik yang menyenangkan, melakukan hobi, tidak minum alkohol, tidak merokok, dan manajemen stres merupakan langkah lain memelihara fungsi kognitif otak.

“Keuntungan memelihara fungsi kognitif tidak hanya menjaga hidup tetap berkualitas. Namun, juga dapat mengatasi masalah kepikunan, meningkatkan konsentrasi, mengendalikan stres, memperbaiki suasana hati, dan juga mempertajam daya ingat. Maka dari itu, penerapan gaya hidup sehat dan olahraga sejak muda sangat dianjurkan,” tandas Elida. (*)

Penulis: Muhammad Wildan Suyuti

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu