Tingkatkan Pertumbuhan Daging Ayam Broiler dengan Spirulina

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Citra Indonesia

Semakin parahnya global warming akhir-akhir ini menyebabkan stress panas berkelanjutan bagi makhluk hidup, termasuk di dalamnya hewan ternak, akibatnya hewan cenderung dehidrasi dan menkonversi panas dengan cara bernafas cepat serta banyak minum namun hanya sedikit mengkonsumsi pakan. Keadaan stress seperti ini tentu membuat imunitas tubuh ayam menurun drastis sehingga mudah sekali terjangkit penyakit baik infeksius maupun non infeksius. Ayam-ayam sulit tumbuh optimal, dan tingkat kematian dalam satu populasi meningkat. Permasalahan tersebut disiasati oleh peternak dengan pemberian Antibiotik Growth Promotor (AGP), yaitu suplemen yang berupa antibiotik dosis kecil dicampur dalam pakan atau menum baik secara manual oleh peternak maupun otomatis mixing pada industri pakan.

Antibiotik Growth Promotor AGP bertujuan sebagai pertahanan pendukung imunitas bagi ayam broiler. Harapannya apabila ada agen infeksi yang menyerang ayam maka dengan segera akan dilawan oleh antibiotik pakan yang telah terlarut dalam darah. Akan tetapi penggunakan AGP tidak dapat terus dilakukan, telah banyak studi yang membuktikan adanya residu antibiotik pada daging ayam di pasaran sehingga apabilan dikonsumsi masyarakat dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Oleh karena itu saat ini AGP telah dilarang oleh pemerintah Indonesia.

Pelarangan Antibiotik Growth Promotor (AGP) sebagai pakan tambahan pada ayam broiler di Indonesia menyebabkan kerugian besar-besaran. Regulasi yang telah diberlakukan sejak awal 2018 ini membuat peternak khawatir dengan keberlangsungan usahanya karena peternakan mereka mengalami penurunan produksi hingga 40%. Berbagai macam cara ditempuh oleh peternak untuk mencari alternatif pengganti AGP sebagai stimulan pertumbuhan ayam mereka, namun hingga saat ini belum banyak data yang membuktikan keberhasilan usaha tersebut.

Peneliti Universitas Airlangga (UNAIR) kolaborasi antara Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Vokasi berhasil menemukan solusi praktis untuk meningkatkan pertumbuhan ayam broiler menggunakan bahan alami yang mudah didapat disekitar kita. Peneliti menguji beberapa bahan seperti spirulina, daun kelor (Moringa oliefera), dan probiotic Lactobacillus sp selama pemeliharaan ayam broiler (35 hari). Hasilnya sangat menggembirakan, berat karkas (bagian tubuh tanpa bulu, kaki, jerohan dan kepala) pada ayam yang diberi seduhan daun kelor meningkat cukup besar hingga 14% dibanding kelompok kontrol, sedangkan berat daging dada dan paha atas yang paling tinggi dicapai oleh ayam yang diberi spirulina dan kelompok daun kelor.

Spirulina memiliki protein yang tinggi (26-77%), asam lemak tak jenuh, beta karoten, zeaxhantin, phycocyanin, vitamin makro dan mineral mikro. Spirulina dapat bekerja sebagai zat anti microbial, anti oksidan, anti kanker, anti inflamasi dan immunomudulator. Kelor kaya akan tocoferol dan selenium sebagai anti oksidan yang dapat mengurangi oksidasi lemak dalam otot dan berpotensi besar sebagai prebiotik yang mendukung penyerapan nutrisi lebih maksimal. Besarnya manfaat kelor dan spirulina dapat dijadikan terobosan terbaru untuk para peternak sebagai solusi atas penurunan produksi ayam broiler akibat pelarangan AGP, terlebih daun kelor banyak ditanam masyarakat Indonesia, dan spirulina mudah dikembang biakkan sehingga masyarakat dapat memanfaatkan teknologi ini dengan biaya yang murah untuk hasil yang besar.

Penulis: Herinda Pertiwi

Informasi detail tentang tulisan ini dapat dilihat di:

https://www.researchgate.net/publication/337888108_Carcass_quality_of_broiler_supplemented_with_spirulina_kelor_leaves_Moringa_oliefera_and_probiotic?_sg=tjVwH-9cAeu7VCNrtdJ-L0OlE41GZkuZql1JXf9wheYKr5XP6lZH6D6_073g63H_wJQp3yfqlyIUHiEp_GLkGymg3Lo1VQxcikYu4RPi.kOwyezVt_QsV6RWed3pu7p8qvXVrY8hqQ0MRJnPj3dfSm9v141B2jJv2k3D8OYOY1Oi2x2hRkVK5mKQG2a3MCw

Herinda Pertiwi, Emy Koestanti Sabdoningrum, Romziah Sidik, Tri Bhawono Dadi. 2019. Carcass quality of broiler supplemented with spirulina, kelor leaves (Moringa oliefera) and probiotic. The Indian veterinary journal 96(11):39-41.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu