Optimalkan Suroboyo Bus, Mahasiswa Sediakan Wadah Botol Plastik di Beberapa Halte

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
MAHASISWA FKG saat melakukan pengecekan wadah botol plastik di salah satu halte Suroboyo Bus (Foto: Istimewa)
MAHASISWA FKG saat melakukan pengecekan wadah botol plastik di salah satu halte Suroboyo Bus (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Suroboyo Bus merupakan salah satu transportasi yang unik. Penumpang yang hendak naik Suroboyo Bus tak perlu menyiapkan uang rupiah. Cukup membayar dengan botol plastik, seseorang dapat naik bus dan berkeliling Surabaya menggunakan Suroboyo Bus.

Namun, penggunaan sampah botol plastik sebagai alat pembayaran ini tekadang menjadi problematika tersendiri bagipara penumpang yang ingin menaiki Suroboyo Bus ketika tidak membawa botol plastik. Bekerja sama dengan Komunitas Kampoeng Djoeang, beberapa Mahasiswa Fakultas Kedoktran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) mencetuskan ide untuk meletakan wadah botol plastik di beberapa halte Suroboyo Bus.

“Ide ini tercetus pada awalnya karena kami sendiri merasakan agak ribet ketika harus membawa botol plastik dari rumah agar bisa naik Suroboyo Bus,” ungkap Putri Alfa Meirani Laksanati, salah seorang mahasiswa FKG UNAIR, yang memberikan informasi pada hari Kamis (5/12/2019).

Putri menambahkan bahwa Suroboyo Bus dari pemerintah ini dapat digunakan masyarakat agar lebih mudah untuk ke mana saja. Terutama saat seseorang memiliki urusan yang mendadak.

”Wadah botol plastik ini bisa digunakan sebagai tempat sampah. Lalu, ketika ada seseorang yang ingin menaiki Suroboyo Bus, tetapi tidak membawa botol plastic. Mereka dapat mengambil botol plastik yang tersedia di dalam wadah ini,” ungkapnya.

Beberapa wadah botol plastik itu tersebar di rute Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) sampai Universitas Negeri Surabaya (UNESA). “Program ini bukan berjalan tanpa halangan. Pernah sekali, baru satu hari kami letakan wadahnya di salah satu halte ternyata setelah kami cek kembali ternyata wadahnya sudah tidak ada,” katanya.

Selain wadah yang sempat hilang, ada beberapa orang yang belum mengetahui fungsi wadah yang sengaja diletakan di dekat halte. Sebab, beberapa kali ditemukan sampah yang lain seperti kardus makanan. Saat ini selalu dilakukan pembersihan dan pengecekan secara rutin pada wadah botol plastik tersebut.

“Sampai saat ini, program dari kami masih berjalan dan ingin terus dilanjutkan karena respons dari masyarakat sendiri cukup bagus dengan banyaknya orang yang mengisi controlling paper dari kami” pungkasnya. (*)

Penulis: Fahmi Royani

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu