Tingkatkan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Mellitus dengan Self Regulated Learning

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: suara.com

Pada era millennials saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa lifestyle masyarakat juga berubah. Semakin maraknya tempat kuliner, kedai kopi yang menjamur, kemudahan dalam bermobilisasi, dan aktivitas shopping yang dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, membuat banyak masyarakat menjadi mager alias males gerak.

Mager adalah kondisi yang mana seseorang tidak semangat dalam melakukan suatu aktivitas, apalagi didukung kemudahan teknologi membuat banyak aktivitas dapat dikerjakan secara online bahkan sambil rebahan sekalipun, hal tersebut mengakibatkan berkurangnya aktivitas fisik.

Kepadatan rutinitas masyarakat millennials ditambah olahraga yang jarang, begadang dan pola makan yang tidak teratur, serta konsumsi makanan yang rendah serat namun tinggi kalori, glukosa, lemak merupakan pemicu terjadinya berbagai penyakit degeneratif seperti Diabetes Mellitus.

Lifestyle yang tidak sehat menimbulkan risiko terjadinya Diabetes Mellitus tipe 2 (DM tipe 2) dimana penderita harus menjaga pola makan, olahraga secara teratur, dan kontrol secara rutin ke dokter. Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan menimbulkan gangguan bahkan kerusakan berbagai organ tubuh.

Penderita Diabetes Mellitus seyogyanya dapat mengelola penyakitnya. Ada empat pilar manajemen diabetes, yang terdiri dari pendidikan, manajemen diet, olahraga, dan perawatan medis. Selama ini, penderita DM tipe 2 banyak bergantung kepada keluarga terdekatnya untuk membantunya mendisiplinkan diri menjalankan pola hidup sehat. Bukan hal yang mudah untuk dapat disiplin menjalankan pola hidup sehat dengan empat pilar manajemen diabetes, sehingga diperlukan motivasi diri yang tinggi, dan motivasi diri ini disebut Self Regulated Learning.

Self Regulated Learning (SRL) merupakan konsep tentang seseorang yang belajar mengatur dirinya sendiri dengan mengaktifkan kognitif, perilaku, dan perasaannya secara sistematis untuk dapat mencapai suatu tujuan. Tujuan penderita DM tipe 2 dalam menjalani perawatan adalah untuk mempertahankan kadar gula darah normal mereka. SRL pada penderita DM tipe 2 sangat bermanfaat untuk mengatur manajemen diet sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.

SRL dalam penelitian ini merupakan pendekatan yang diberikan kepada penderita DM tipe 2 guna meningkatkan kualitas hidup. Caranya, memberikan pendidikan dan keterampilan sebagai upaya menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan untuk mempengaruhi kemampuan individu dalam menjaga kesehatan mereka secara mandiri. Dengan adanya SRL pula penderita DM tipe 2  dapat meningkatkan efikasi diri sehingga mendukung keberhasilan dalam proses pengobatan mandiri mereka. Dukungan keluarga juga sangat diperlukan agar penderita DM tipe 2 lebih mandiri.

Penderita DM tipe 2 yang telah mendapatkan pendidikan mengenai gizi melalui pendekatan SRL untuk manajemen diet, menunjukkan perubahan kualitas hidup yang signifikan. Kualitas hidup tersebut diukur menggunakan standar perawatan medis seperti pengukuran kadar gula darah, kadar kolesterol, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan indeks massa tubuh (BMI). Hasilnya menunjukkan bahwa penderita DM tipe 2 yang mendapatkan pendidikan dengan pendekatan SRL mengalami peningkatan kualitas hidup.

Mereka mampu untuk menjaga asupan makan yang masuk ke tubuh dibuktikan dengan berkurangnya jumlah sampah makanan pribadi mereka. Selain itu ukuran kualitas hidup penderita seperti glukosa darah, tekanan darah sistolik dan kadar kolesterol pada penderita DM tipe 2 juga mengalami penurunan cukup signifikan, walaupun BMI tubuh penderita sedikit mengalami peningkatan.

Berdasarkan hasil hasil pre test dan post test pengetahuan penderita mengalami peningkatan dibanding sebelum diberikan pendidikan dengan pendekatan SRL. Akibat dari pengetahuan yang meningkat, kesadaran untuk rutin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga juga meningkat.

Berbagai dampak positif tersebut telah membuktikan efektifitas SRL untuk membantu meningkatkan kualitas hidup penderita DM tipe 2. Para tenaga medis yang bersinggungan langsung dengan pasien DM tipe 2 dapat mempertimbangkan penerapan SRL dalam manajemen perawatan pasien. Sehingga keluarga pasien dapat terbantu dan pasien menjadi individu mandiri yang lebih produktif dan dapat mengelola penyakitnya dengan baik. (*)

Penulis: Thinni Nurul Rochmah

Link artikel ini dapat diunduh  pada http://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/2257

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu