Pesona Biodiversiti Ikan Laut di Sekitar Pelabuhan Pondok Dadap, Malang

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Pernahkan anda berkunjung ke Pelabuhan pondok dadap di Malang selatan. Lokasi pelabuhan ini berada di desa Sendang Biru yang berhadapan langsung kawasan konservasi yaitu Cagar Alam Pulau Sempu. Dengan adanya kawasan lindung tersebut, dipastikan keanekaragaman biota perairan lautnya memiliki keunikan. Tidak hanya sajian pemandangan laut yang jernih berwarna biru dan pasir putihnya yang luas, bagi anda yang suka berpetualang, tantangan mencapai sejumlah kawasan pantai indah di Malang Selatan ini juga menjadi catatan indah dalam perjalanannya. Dengan mengitari kawasan kars yang unit, kawasan selatan Malang memiliki potensi sumber daya yang luar biasa. Pada tulisan ini akan disajikan potensi sumberdaya perikanan yang menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat local dan sekaligus membangkitkan perekonomian regional di Malang.

Ikan segar lamgsung dari Nelayan

Setiap pagi, tidak jauh dari Pelabuhan Pondok dadap Malang, pemandangan bongkar muat ikan hasil tangkapan Nelayan menjadi daya tarik bagi siapapun. Termasuk saya yang sudah berkali-kalipun tidak pernah bosan mengunjungi kawasan ini. Beragam ikan dapat ditemukan, yang terkadang membuat bingung bagi pengunjung yang awan tentang jenis-jenis ikan. Hal ini memunculkan ide bagi kami untuk melakukan identifikasi sejumlah ikan yang dijajakan oleh nelayan loakal di pasar tradisional Sendang Biru ini. Kami berhasil mengumpulkan 34 jenis ikan laut yang menjadi komoditas dari pasar tersebut. Terkadang kami cukup kebingungan dengan nama lokal yang digunakan pada sejumlah jenis ikan meskipun ada karakter yang sedikit berbeda. Seperti contohnya ikan tuna, kami dapat menemukan sejumlah ikan lain yang juga disebut ikan tuna.

Contoh lainnya adalah kakap merah, kerapu dan ikan sardine. Namun, dengan metode identifikasi secara molekuler yang kami lakukan pada penelitian ini, penentuan nama species semakin tepat. Dari hasil penelitian ini, 34 species yang didapatkan, secara taksononi termasuk dalam 4 orde, 14 famili, 28 genus ikan. Hal ini menguatkan dugaan kami tentang diversity yang cukup tinggi dikawasan sekitar perairan selatan Malang.

Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman ikan yang ada dikawasan ini. Seperti halnya yang pernah dilakukan oleh peneliti dari Universitas Brawijaya yang melakukan penyelaman dikawasan sekitar Sendang Biru dan mendapatkan informasi tentang beragamnya ikan karang di area tersebut. Hal ini cukup memakan waktu dan biaya dengan melakukan penyelaman dan identifikasi yang dihasilkan masih memungkinkan adanya kesalahan identifikasi karena hanya berupa survey melalui pandangan langsung di dalam air.

Data pendukung lain didapatkan dari laporan Pelabuhan Pondok dadap yang secara rutin melakukan pencatatan jenis ikan yang didaratkan oleh nelayan di pelabuhan tersebut. Namun disayangkan, laporan tersebut hanya menyebutkan nama lokal saja dan mengelompokkan ikan tuna berukuran kecil kedalam baby tuna. Jika mengacu pada laporan ini, maka perlu klarifikasi dengan laporan ilmiah penelitian lainnya yang hampir serupa.

Metode terbaru dalam melakukan studi biodiversitas telah dikembangkan beberapa tahun terakhir dengan pendekatan molekuler. Metode survey secara konvensional telah ditingkatkan menjadi survey yang lebih efisien dengan hanya melakukan filtrasi air laut dan ekstraksi DNA yang tersangkut di kertas filter tersebut untuk proses selanjutnya.

Pendekatan ini lebih umum disebut sebagai pendekatan DNA lingkungan (environmental DNA/eDNA). Proses pengolah data secara intergrasi menggunakan sejumlah perangkat lunak pada program bioinformatik yang diterapkan memungkinkan untuk menapatkan hasil yang tingkat akurasinya hingga pada level identifikasi species. Metode ini telah diaplikasi pada survey biota air tawar, laut, dan payau untuk mengetahui species langka, species invasive dan species yang berpotensi terancam punah tanpa melakukan pengrusakan habitat dan mendapatkan biota tersebut untuk penelitin.

Hasil metode ini, didapatkan 53 spesies ikan laut yang teridentifikasi meliputi ikan-ikan laut dangkal dan juga ikan-ikan pelagis laut dalam dari Samudera Hindia yang DNA nya terbawa oleh kapal-kapal nelayan tersebut. Data tentang biodiversity ikan ini, dapat melengkapi data sebelumnya yang mungkin tidak lengkap ataupun bahkan menjadi data dasar pada upaya pengelolaan kawasan dan pengelolaan kegiatan perikanan berkelanjutan. Dari 53 species yang teridentifikasi, secara taksonomi termasuk dalam 7 orde, 27 famili dan 38 genus ikan laut yang sebagian besar merupakan ikan ekonomis penting.

Penulis: Sapto Andriyono

Detail tulisan ini dapat dilihat di:

https://smujo.id/biodiv/article/view/4225

Andriyono S, Jobaidul Alam Md, Kim HW. 2019. Environmental DNA (eDNA) Metabarcoding: Diversity Study Around The Pondok Dadap Fish Landing Station, Malang, Indonesia. Biodiversitas 20: 3772-3781.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).