Kunjungi Sekolah Pascasarjana, Profesor Malawi University Gelar Kuliah Tamu dan Tanda Tangani MoA

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Jonathan Makuwira DipEd(Mw), B.Ed(Hons), MpHIL(uk), PhD(Aus) (batik biru) bersama sejumlah mahasiswa saat mengisi kuliah umum. (Foto: Nabila Amelia)

UNAIR NEWS – Kolaborasi pendidikan tingkat global terus digencarkan Universitas Airlangga. Salah satunya dengan menggandeng berbagai perguruan tinggi yang berada di kawasan Afrika Tenggara dalam rangka menyelenggarakan program staff inbound selama dua pekan. Pada kesempatan tersebut, UNAIR melalui pihak Sekolah Pascasarjana secara khusus mengundang pengajar asal Malawi University of Science and Technology (MUST).

Ialah Profesor Jonathan Makuwira yang merupakan Deputy Vice Chancellor sekaligus Head of the Department of Development Studies di MUST. Saat ditemui pada Senin (3/12), Prof. Jonathan mengatakan jika kedatangannya bermula dari undangan yang diberikan Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UNAIR, yakni Prof. Dr. Anwar Ma’ruf drh., M.Kes., beberapa bulan lalu. Kunjungan itu berlangsung sejak Senin (25/11) hingga Kamis (5/12).

“Tujuan kedatangan saya ke sini adalah untuk memberikan kuliah umum. Antara lain mengenai Human Resources Management, How Generation Z Will Transform The Future of Human Resources Development, dan Standing on The Shoulder of Giants: The Unwritten Ways to Get Scopus Index,” ungkap jebolan University of New England, Australia, tersebut.

Pada agenda perkuliahan terkait pengembangan sumber daya manusia, Prof. Jonathan membeberkan banyak hal, antara lain mengenai pentingnya pelayanan kesehatan umum yang berkelanjutan dan diimbangi dengan kebijakan kesehatan nasional yang tepat. Selanjutnya, adalah kuliah umum seputar penulisan jurnal terindeks scopus. Menurut Prof. Jonathan, terdapat aturan yang harus dipatuhi jika ingin menulis jurnal dengan baik.

“Kalau dari segi sistem pembelajaran, tentu terdapat perbedaan antara UNAIR dengan MUST. Begitu pula jumlah murid dalam satu kelas. Ketika mengajar, perbedaan bahasa menjadi tantangan tersendiri bagi saya karena tidak semua mahasiswa bisa berbahasa Inggris. Tapi secara keseluruhan, saya menyimpulkan bahwa mahasiswa di sini memiliki kemauan untuk belajar, mau datang ke kuliah umum, disiplin, dan tidak berisik,” ujarnya.

Tanda Tangani Kesepakatan Kerjasama dengan Sekolah Pascasarjana

Prof. Jonathan Makuwira DipEd(Mw), B.Ed(Hons), MpHIL(uk), PhD(Aus) (batik hitam) bersama jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga saat menandatangani Memorandum of Agreement. (Foto: Istimewa)

Sebelum mengisi perkuliahan, Prof. Jonathan sempat melaksanakan pertemuan dengan Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih SE., MT. Ak., guna membahas kerjasama antara kedua universitas di masa mendatang. Dalam pertemuan pada Selasa (25/11), pihak rektorat turut memperlihatkan produk teh herbal karya akademisi UNAIR yang membuat Prof. Jonathan tertarik mengirim stafnya di kemudian hari untuk mempelajari pembuatannya.

Selain bertemu dengan pihak rektorat, Prof. Jonathan juga melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana pada Rabu (4/12). Ada beberapa hal yang kemudian disepakati MUST dengan Sekolah Pascasarjana. Yakni terkait kerjasama pengajaran, riset, publikasi, maupun akademik; pertukaran pelajar dan staf; kegiatan pengembangan sampai pemberian dukungan teknis.

“Dari kesepakatan tersebut, terdapat satu kegiatan yang sudah dimulai, yaitu joint research antara mahasiswa Prodi Magister PSDM dengan Prof. Jonathan. Kemudian, beliau juga mengadakan bimbingan jurnal dengan mahasiswa dari Sekolah Pascasarjana, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH),” tambah Rizki Priyoko selaku mahasiswa Sekolah Pascasarjana yang mendampingi Prof. Jonathan. (*)

Penulis: Nabila Amelia

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu