Headset dalam Kandung Kemih

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh tribun wow

Benda asing jarang sekali ditemukan dalam saluran kemih jarang. Kasus seperti ini merupakan hal yang menarik dalam praktik medis karena organ saluran kemih terletak di belakang tulang panggul dan di depan rektum sehingga seharusnya saluran kemih tidak dapat diakses secara langsung. Kandung kemih berfungsi sebagai reservoir urin dari ginjal. Saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan lingkungan luar adalah uretra. Uretra pria berukuran lebih panjang daripada wanita dan berujung pada satu lubang yang sama dengan saluran reproduksi pria. Pada beberapa kasus, benda asing yang ditemukan dalam kandung kemih disebabkan karena penyisipan benda tersebut ke dalam uretra dan kandung kemih untuk kepuasan seksual. Gangguan ini seringkali terkait dengan gangguan mental dan psikis.

Salah satu kasus dari Departemen Gawat Darurat Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya adalah kasus seorang pasien yang datang dengan keluhan adanya headsetdi dalam penishingga kandung kemihnya dan tidak bisa ditarik keluar. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit pada penis dan keluarnya darah dari uretra pasien. Pasien datang dalam kondisi stabil. Darah, keadaan umum, dan hemodinamiknya dalam batas normal. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya luka. Kondisinya diduga sebagai gangguan mental. Namun, pasien membantah riwayat gangguan mental maupun terapi terkaitsebelumnya. Hasil laboratorium darah dan urin menunjukkan adanya peningkatan leukosit yang berarti headset di dalam kandung kemih pasien memiliki resiko infeksi yang tinggi.

Headset dalam kandung kemih dapat terlihat jelas menggunakan pemeriksaan radiologi. Pada foto toraks tidak ditemukan adanya kelainan. Pemeriksaan urethrographic tidak menunjukkan striktur maupun ruptur uretra. Namun, foto polos abdomen menunjukkan opasitas logam berbentuk tabung yang membentuk huruf T pada rongga panggul. Dokter memutuskan untuk melakukan intervensi bedah menggunakan prosedur vesikotomi. Setelah operasi, pengamatan terhadap keluhan, tanda vital, produksi urin, dan drainase kateter pasien dilakukan. Kemudian, pasien dipulangkan satu hari setelah operasi dan dirujuk sebagai pasien rawat jalan di klinik urologi. Pasien tidak memiliki keluhan lain pada hari ketiga setelah dipulangkan.

Keberadaan benda asing di dalam kandung kemih merupakan kondisi darurat. Dalam kasus sederhana, diperlukan pendekatanendoskopik untuk mengekstraksi objek melalui prosedur sitoskopi yang menggunakan peralatan kecil yang disebut denganbiopsy forcep. Dalam kasus dengan objek yang lebih besar, prosedur ini tidak dapat dilakukan, sehingga pendekatan bedah harus dipertimbangkan. Benda asing di dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi, seperti pembentukan kalkulus dan infeksi. Meskipun tidak mengancam jiwa, tetapi kasus seperti ini berbahaya jika menyebabkan pecahnyapembuluh darah dan invasi benda asing ke daerah peritoneum.

Dalam kasus medis, benda asing yang ditemukan dalam organ reproduksi atau saluran kemih harus dicurigai berhubungan dengan kasus pelecehan seksual atau gangguan mental. Selain pendekatan medis maupun bedah untuk mengekstraksi benda asing, pasien harus ditindaklanjuti di departemen psikiatri untuk diperiksa kesehatan mentalnya.

Penulis : Prof Dr Soetojo, dr, SpU(K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://e-journal.unair.ac.id/FMI/article/view/14393

Soetojo and Hasan Madani (2019). Case Report: A Headset in the Bladder. Folia Medica Indonesiana, 55(2):153-158. http://dx.doi.org/10.20473/fmi.v55i2.14393

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu