Deteksi Virus Avian Influenza A/H9N2 yang Mudah Menyerang Manusia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Jatengtoday.com

Penyakit flu burung atau Avian Influenza (AI) merupakan penyakit infeksius pada unggas yang disebabkan oleh virus dari genus virus Influenza A, familia Orthomyxoviridae yang subtipenya diklasifikasikan berdasarkan dari protein hemagglutinin (HA) dan neuraminidase (NA). Menurut tingkat virulensinya virus AI diklasifikasikan menjadi HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza) dan LPAI (Low Pathogenic Avian Influenza). Pada tahun 1966, virus LPAI H9N2 pertama kali diisolasi dari kalkun di Wisconsin. Sejak itu, virus ini telah menginfeksi unggas domestik dan burung liar di berbagai belahan dunia dan telah menjadi salah satu subtipe virus AI yang memiliki prevalensi tinggi. Lebih lanjut, infeksi virus AI H9N2 pada manusia telah dilaporkan terjadi di Hong Kong, China sejak tahun 1998. Sejak tahun 2016 virus AI H9N2 telah terdeteksi di Indonesia, terus bersirkulasi dan menyebar secara luas. Virus AI H9N2 telah menyebabkan kerugian pada produksi yang cukup besar pada peternakan ayam petelur (layer), walau tingkat kematian masih rendah dan bervariasi (<5%).

Pasar unggas hidup (PUH) merupakan lingkungan yang berperan sebagai sumber penularan dari virus AI karena pada lokasi tersebut terdapat macam – macam spesies unggas pada waktu yang bersamaan misalnya ayam pedaging, ayam petelur, bebek, angsa, kalkun, dan lain lain sehingga memudahkan adanya virus genome re-assortment dan interspecies transfer. Risiko penyebaran virus AI lebih tinggi di pasar unggas multi – spesies ini karena buruknya pelaksanaan prinsip biosekuriti dan mencampur burung dari berbagai sumber. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya virus AI H9N2 yang menginfeksi unggas yang dijual di Pasar Unggas Hidup (PUH) di Indonesia.

Sebanyak 135 swab kloaka ayam dan itik diperoleh dari sebuah pasar unggas hidup di Jawa Timur kemudian dipreparasi dan diinokulasikan pada Telur Ayam Bertunas (TAB) untuk kemudian dilakukan uji HA. Terdapat 21 hasil uji HA yang positif dan seluruh sampel tersebut lalu dilakukan ekstraksi RNA terlebih dahulu yang selanjutnya dilakukan uji Real Time RT-PCR menggunakan primer M protein (Tipe A) dan primer H9. Hasilnya uji Real Time RT-PCR menunjukkan 2 sampel positif terhadap virus AI H9. Satu sampel positif yaitu sampel AN 4-4 selanjutnya dilakukan sequencing menggunakan metode Next Generation Sequencing (NGS).

Data hasil sekuens DNA sampel AN 4-4 kemudian dilakukan mapping terhadap reference virus Influenza tipe A HA 1-18 dan NA 1-11 dan menunjukkan bahwa hasil sekuens nukleotida identik dengan reference virus AI H9N2. Dari hasil analisis phylogenetic tree, sampel AN 4-4 berada pada satu grup dengan protein HA H9 dan protein NA N2. Dari analisis homologi menunjukkan bahwa protein HA sampel AN 4-4 memiliki nilai homologi tertinggi dengan isolat A/chicken/Vietnam/H7F-LC4-51/2014 (H9N2) dengan nilai 98,56% dan protein NA memiliki nilai homologi tertinggi dengan isolat A/chicken/Vietnam/H7F-LC4-371/2014 dengan nilai 98,43%. Sampel AN 4-4 pada penelitian ini termasuk ke dalam clade (lineage) H9.4.2.5 dan menunjukkan kedekatan dengan isolat H9 lain yang berasal dari beberapa negara di Asia.

Hasil analisis asam amino protein HA pada posisi cleavage site menunjukkan dengan urutan PSRSSR ↓ GLF yang menandakan bahwa sampel AN 4-4 ini termasuk dalam kategori Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI). Hasil analisis pada receptor binding site sampel AN 4-4, didapati pada posisi 226 dan 228 memiliki asam amino L (Leucine) dan G (Glycine) yang memiliki spesifisitas mirip dengan asam sialic mamalia (sialic-α2,6-gal) sehingga membuktikan bahwa virus AI H9N2 dapat dengan mudah menginfeksi manusia. Analisis BLAST dan filogenetik mengungkapkan bahwa segmen PB2 dari virus ini berasal dari kelompok virus AI H9N2 yang berbeda. Hal ini menunjukkan adanya reassortment intrasubtipe segmen genoma yang terlibat dalam genesis virus AI H9N2.

Saran mengenai penelitian ini adalah dapat dilakukan penelitian lanjutan mengenai penemuan virus influenza tipe A selain subtipe H9N2 dan perlu dilakukan sosialisasi perbaikan sistem penjualan di pasar unggas hidup, sehingga penyebaran virus AI H9N2 dan agen patogen lainnya dapat dihindari.

Penulis: Arindita Niatazya Novianti, drh., M.Si.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://mra.asm.org/content/8/17/e01671-18

Novianti AN, Rahardjo K, Prasetya RR, Nastri AM, Dewantari JR, Rahardjo AP, Estoepangestie ATS, Shimizu YK, Poetranto ED, Soegiarto G, Mori Y, Shimizu K. Whole-Genome Sequence of an Avian Influenza A/H9N2 Virus Isolated from an Apparently Healthy Chicken at a Live-Poultry Market in Indonesia. Microbiol Resour Announc. 2019 Apr 25;8(17):e01671-18. doi: 10.1128/MRA.01671-18. PMID: 31023807; PMCID: PMC6486264.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu