Pengaruh Kombinasi Susu Kedelai pada Pergerakan Gigi Ortodontik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh tokopedia

Perawatan ortodontik pada pasien usia lanjut dipengaruhi oleh perubahan hormon dan efeknya pada proses dan prognosis perawatan. Defisiensi estrogen pada periode pasca-menopause menyebabkan keropos tulang. Proses remodeling tulang selama perawatan ortodontik untuk pasien usia lanjut juga dipengaruhi oleh keseimbangan proses resorpsi dan pembentukan tulang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi susu kedelai pada pergerakan gigi ortodontik pada tikus betina dengan defisiensi estrogen. Metode penelitian ini dengan sampel dua puluh tikus dibagi menjadi 5 kelompok dengan 4 sampel untuk setiap kelompok. Semua sampel dilakukan ovariektomi bilateral. Kelompok kontrol (K) diamati pada hari 0, kelompok P1 diamati pada hari ke 7, kelompok P2 diamati pada hari ke 14, kelompok P3 diamati pada hari ke 7, dan kelompok P4 diamati pada hari ke 14. Pegas koil tertutup NiTi adalah ditempatkan di antara gigi seri dan geraham rahang atas untuk memindahkan geraham ke arah mesial.

Ekspresi Osterix dan ALP dianalisis menggunakan program SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tertinggi osteoblas, ekspresi Osterix dan ALP ditemukan dari kelompok susu kedelai dan asupan kalsium dalam 14 hari pengamatan (P4) dengan rata-rata ± SD Osterix: 15,75 ± 0,2600, dan ALP dengan nilai 12.60 ± 1.220. Kesimpulan penelitian adalah Kalsium kombinasi susu kedelai memiliki efek yang sangat baik untuk menyeimbangkan kondisi hormonal dan remodeling tulang untuk pasien lanjut usia atau menopause, menjaga stabilitas dan kepadatan tulang selama perawatan ortodontik.

Penulis: Dr. Ida Bagus Narmada, drg., Sp.Ort. (K).

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di

https://e-journal.unair.ac.id/IJDM/article/view/15008/8180

Vanda Ramadhani, Ida bagus Narmada, Thalca Hamid . 2018. The Effect of Combination of Soy Milk and Calcium in Orthodontic Tooth Movements on Female Rats With Estrogen Deficiency. 2018. Indonesian Journal of Dental Medicine. 1(2): 70-80.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu