Sertijab Kabinet Harmonis KM PSDKU UNAIR Banyuwangi 2019

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto Bersama KM 2019 dengan KM 2020 Selepas Serah Terima Jabatan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS –Menurut peraturan Rektor Universitas Airlangga nomor 9 tahun 2017 yang ditetapkan pada  tanggal 1 Februari 2017, perubahan atas peraturan Rektor Universitas Airlangga nomor 7/H3/PR/2011 tentang organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Airlangga. Diantara pasal 12 dan dan pasal 13 disisipkan 1 pasal , yakni pasal 12A.

Ayat pertama pada Program Studi di Luar Domisili (PDD) Universitas Airlangga di Banyuwangi dapat dibentuk organisasi kemahasiswaan dengan nama Keluarga Mahasiswa. ayat kedua, Keluarga Mahasiswa pada PDD Banyuwangi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mewadahi kegiatan kemahasiswaan baik yang terkait dengan kepemimpinan maupun yang terkait dengan minat dan bakat prestatif. Ayat ketiga, ketentuan lebih lanjut mengenai Keluarga Mahasiswa pada PDD Banyuwangi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh koordinator PDD Banyuwangi.

Ditemui UNAIR NEWS (7/12) selepas serah terima jabatan, Bondan Sigit Purnomo selaku ketua KM 2019 menyampaikan kesannya yang luar biasa selama menjabat karena banyak pengalaman dan pembelajaran.

“Hal yang kurang maksimal yakni mahasiswa kurang aktif entah itu melalui kajian maupun pojok baca, paling tidak kami berusaha membangun iklim kritis mahasiswa di kampus melalui beberapa treatment,” ungkap mahasiswa yang akrab disapa Bondan itu.

Berikutnya, yang Bondan sayangkan adalah harmoni time yang kurang optimal sehingga keraketan antar seluruh pengurus dirasa masih kurang. Pesan Bondan untuk KM periode 2020, jika dikaitkan dengan pewayangan mereka adalah seorang batara. Batara, jelasnya, berperan memakmurkan dan mensejahterakan warganya.

“Mereka sudah dipercaya oleh warga mereka juga harus merealisasikan dan mempertanggungjawabkan kepada warga dan yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Sementara itu, Melan Argarini selaku wakil ketua KM 2019 juga berpesan untuk kepengurusan berikutnya. Baginya, yang terpenting pada suatu kepemimpinan adalah menjaga amanah, menyelesaikan amanah dengan baik, dan ingat janji pada saat uji publik.

“Jika perlu di catat agar tidak lupa, mengayomi ormawa yang di kampus entah itu dalam bentuk aspirasi maupun kebijakan yang diterapkan nantinya,” tandasnya. “Teruskan perjuangan postif KM yang sebelumnya, jaga komunikasi dengan civitas akademika dan institusi maupun instansi yang telah bekerjasama,” pungkas mahasiswa yang akrab disapa Melan itu.

Penulis : Sulistyo Primadani

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu