Pakar UNAIR Ulas Fenomena Pasien HIV Naif di Bali Utara

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Ni Luh Ayu Megasariatau Ni Luh, salah satu peneliti di Institut Institute of Tropical Disease (ITD) UNAIR kembali melanjutkan penelitian terkait HIV/AIDS di Bali Utara. Jika sebelumnya Ni Luh melakukan penelitian terhadap resistensi ARV pada pasien yang sudah diberi treatment oleh dokter, kali ini dia bersama tim melakukan penelitian kepada pasien yang belum mendapatkan treatment ARV sebelumnya (Pasien Naif).

“Pada penelitian kali ini,  ditemukan terdapat 16% pasien yang megalami resistensi ARV, jauh lebih tinggi dibanding penelitian sebelumnya. Jadi walau belum pernah dapat terapi tapi sudah ada resistensi terhadap ARV,” jelasnya.

Berdasarkan kategorisasi WHO, adanya prevalensi HIV resistensi ARV lebih dari 15% masuk pada kategori tinggi. Sehingga, menjadi suatu catatan bahwa klinisi harus lebih berhati-hati dalam memberikan ARV pada pasiennya.

Ni Luh melanjutkan, berdasarkan teori, penyebab pasien HIV naïf mengalami resistensi ARV adalah karena sebelumnya pasien tersebut tertular dari pasien HIV yang mengalami resistensi ARV. Rata-rata penularan terjadi melalui hubungan seksual.

“Jika pasien mengalami resistensi, maka hasil dari ARV yang diberikan tidak bisa seperti yang diharapkan,” lanjutnya.

Normalnya, ARV dapat menurunkan jumlah virus pada tiga sampai enam bulan dan kondisi pasien membaik. Jika mengalami resistensi, dan klinisi serta pasien tidak tahu jika pasien tersebut mengalami resistensi ARV serta tidak melakukan tes viral load maka semua pihak tidak akan tahu apakah ada perbaikan atau tidak.

Sehingga diharapankan dengan adanya hasil tersebut pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan bahwa pasien HIV perlu mendapatkan pemeriksaan penunjang yang lebih baik. Tidak hanya pemeriksaan CD4 dan viral load, namun juga pemeriksaan resistensi.

“Bila pasien merasa teralu mahal, harapannya bisa dimasukkan di BPJS atau asuransi kesehatan lainya sehingga pasien dan klinisi terbantu untuk mendapatkan data penunjang agar bisa memberikan treatment yang baik,” pungkasnya.

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Nuri Hermawan

Reference : Megasari, N. L. A. et al., 2019. The Emergence of HIV-1 Transmitted Drug Resistance Mutations Among Antiretroviral Therapy-naive Individuals in Buleleng, Bali, Indonesia. The Indonesian Journal of Internal Medicine, 51(3).

Link  : http://www.actamedindones.org/index.php/ijim/article/view/1149

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu