Perubahan Stres dan Penurunan Kadar Kortisol Pada Penderita Kanker Payudara

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Amazine co

Kanker payudara merupakan penyakit paling ditakuti oleh kaum perempuan, danmerupakanpenyebab kematian paling besar bagi perempuan berusia antara 18 hingga 54 tahun, perempuan berusia 45 tahun memiliki resiko terjangkit kanker payudara 25% lebih tinggi dibandingkan perempuan yang lebih tua.Akibat dari ketakutan ini menyebabkan penderita kanker payudara mengalami ketidaknyamanan hidup dan menyebabkan penderitaan pada perempuan yang mengalaminya. Penderitaan digambarkan sebagai keadaan kehilangan yang berdampak pada kesejahteraan fisik, emosional, sosial dan spiritual. Penderitaan tersebut dapat mengubah kebiasaan sehari hari, hubungan dengan orang lain, menghilangkan harapan, memimbulkan konflik dan kesedihan.  Seseorang yang dinyatakan menderita kanker, akan terjadi beberapa tahapan reaksi emosional salah satunya yang sering terjadi adalah distress. Distress khususnya pada penderita kanker payudara terjadi karena muncul rasa kehilangan, misalnya pada penderita kanker payudara yang merasa bahwa penderita akan kehilangan bentuk tubuh. Distress ini bisa juga diakibatkan oleh rasa perpisahan dengan dunia, misal ketidakmampuan untuk bekerja, kesulitan ekonomi, tidak mampu lagi melakukan aktivitas yang disenangi. Penderitaan yang dirasakan penderita kanker payudara akan membawa individu ke dalam domain spiritual dan mengundang berbagai pertanyaan besar sebagai proses pencarian arti dalam kehidupan. Pertanyaan yang sering diungkapkan adalah mengapa saya harus menderita penyakit seperti ini? Bagaimana keluarga saya bisa mengatasi masalah ini? Mengapa hidup saya berubah begitu cepat, mengapa hal ini terjadi pada saya?

Pada kondisi ini dibutuhkan suatu intervensi dalam memberikan makna dan tujuan terhadap kehidupannya dengan senantiasa bersyukur dan meningkatkan hubungan dengan Tuhan, lingkungan dan orang-orang sekitar. Kebutuhan spiritual utama pada perempuan dengan kanker adalah mencari arti kehidupan, meninggal secara wajar dan kebutuhan untuk ditemani pada saat menghadapikematian. Asuhan keperawatan spiritual digunakan untuk meningkatkan adaptasi dan kualitas hidup penderita kanker payudara. Pendekatan asuhan psikospiritual merupakan cara untuk meningkatkan hubungan dengan Maha Pencipta, mengendalikan emosi, sehingga penderita kanker payudara dapat menghadapi sakitnya dengan rasa syukur.

Penderitaan yang dialami oleh individu yang menderita kanker payudara memiliki tiga komponen yaitu kehilangan otonomi, berkurangnya harga diri, dan hilangnya harapan yang menunjukkan bahwa sudah tidak adanya makna hidup bagi individu dengan kanker. Disamping itu terdapat hal-hal lainnya yang bisa memicu timbulnya distress pada penderita kanker antara lain obat-obatan, komplikasi terapi dan lain-lain. Penanganan distress pada penderita kanker payudara tidak selalu sama, diperlukan suatu pemahaman yang benar dan diagnosis yang tepat agar pemilihan terapi adekuat memperbaiki kualitas hidup penderita. Kompleknya masalah yang dialami oleh individu yang mengalami kanker menyebabkan munculnya kebutuhan spiritual. Kebutuhan spiritual merupakan bagian dari keseluruhan hidup manusia. Spiritualitas diketahui dan dialami dalam suatu hubungan. Hubungan digambarkan sebagai dimensi horizontal dari spiritualitas yang sejalan dengan hubungan vertikal dengan Tuhan. Seseorang yang menghadapi penyakit yang serius dan dianggap sebagai penyakit terminal seperti kanker  payudara akan menunjukkan kesadaran yang tinggi terhadap kepercayaannya yang tampak pada perilakunya sehari hari. 

Pemenuhan kebutuhan penderita kanker payudara  tidak hanya berfokus terhadap kesehatan fisik tetapi mencakup kesehatan psikologis, sosial dan spiritual. Kebutuhan spiritual yang terpenuhi dapat mengurangi penderitaan dan berpengaruh secara positif terhadap pemulihan kesehatan fisik dan mental klien. Kemampuan komunikasi terapeutik, sensitifitas, empati dan pemahaman yang baik terhadap nilai nilai yang dimiliki klien adalah hal yang sangat penting dimiliki perawat dalam perawatan psikospiritual penderita kanker payudara. Asuhan Psikospiritual adalah satu pendekatan spiritual yang dimodifikasi peneliti menitikberatkan pada komunikasi terapeutik, mendekatkan diri kepada Allah dan mengendalikan emosi sehinggga diharapkan penderita kanker payudara mampu beradaptasi dengan sakit yang dialaminya. Pemberian asuhan psikospiritual pada penderita kanker payudara terkait keyakinan hubungan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta  dapat meningkatkan koping pada penderita kanker payudara sehingga mampu menurunkan intensitas stress. Asuhan psikospiritual ini akan menurunkan intensitas distress sehingga terjadi perubahan koping dan kondisi kualitas hidup penderita kanker payudara.

Asuhan psikospiritual merupakan suatu rangkaian ibadah dengan senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT sehingga penderita kanker payudara dapat meningkatkan kecerdasan spiritualnya. Asuhan psikospiritual  ini menitikberatkan pada ritual ibadah dan motivasi spiritual dengan menuliskan nikmat Allah SWT diharapkan dapat merubah strategi koping, mengubah persepsi stres dari distres menjadi eustress yang akan mempengaruhi respon tubuh. Kondisi tersebut sejalan dengan konsep psikologis, yang menyatakan bahwa perubahan kognitif dapat menurunkan intensitas stres.

Pemberian asuhan psikospiritual mengacu pada persepsi stres dan respon stress. Tekanan psikologis yang dialami penderita kanker payudara mempengaruhi kualitas hidup serta cara mereka mengelola stres lewat mekanisme koping. Asuhan psikospiritual yang sesuai, akan dipersepsikan di sistem limbik, secara tepat di hipotalamus.  Sinyal ini akan merambat ke neuralgia dan neuron di hipotalamus. Sinyal psikospiritual yang dipersepsikan di sistem limbik merambat ke neuron hipotalamus mengakibatkan CRH (corticotrophin releasing hormone) menurun.Selanjutnya produksi ACTH oleh neuron hipofise anterior menurun, yang direspon kortek adrenal dengan penurunan kortisol.

Penulis : Dr. HanikEndangNihayati, Skep, Ns, MKep

Link terkait tulisan di atas: http://www.internationaljournalofcaringsciences.org/

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu