Airventure 2019 : Mengenal Kehidupan Laut dan Budaya Perikanan di Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
FOTO bersama: AGE UNAIR, FPK, bersama mahasiswa asing yang mengikuti AirVenture 2019. (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Guna menyokong Universtas Airlangga menuju World Class University, Airlangga Global Engagement (AGE) mengadakan program internasional bernama Summer Program. Program tersebut terdiri dari berbagai kegiatan yang memiliki ciri khas tersendiri. Salah satu kegiatan tersebut adalah AirVenture, kegiatan bertema lingkungan, petualangan, serta mengenal flora dan fauna Indonesia.

AirVenture 2019 diselenggarakan di 3 kota, Surabaya, Banyuwangi, dan Bali. Kegiatan AirVenture 2019 dilaksanakan terlebih dahulu di Kota Surabaya, yaitu tepat pada hari Selasa-Kamis (03-05/11).

Untuk mensukseskan acara di kota Pahlawan, AGE berkolaborasi dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga yang diikuti 22 mahasiswa asing serta 20 mahasiswa FPK turut andil dalam kegiatan tersebut.

Dalam pembukaan AirVenture 2019 yang diadakan di Gedung C ruang 501 FPK UNAIR, turut hadir Irfan Wahyudi, Ph.D Head of International Program Division AGE. Irfan sapaan akrabnya, memberikan sambutan selamat datang kepada mahasiswa asing lalu berpesan agar mereka bisa mengerti budaya, serta pengetahuan berbasis Indonesia.

Koordinator Dekanat IrAgustono M.Kes, dosen FPK yang kerap disapa Agustono berharap, selama tiga hari di Surabaya, mahasiswa asing bisa lebih dekat dengan kehidupan biota laut serta mengenal budaya perikanan di Indonesia.

Di hari pertama kegiatan ini, dua dosen FPK turut andil dalam mengisi pengetahuan tentang perikanan di Indonesia. Mereka adalah Dr. Woro Hastuti Satyantini, Ir., M.Si., Dr. Eng. Patmawati, S.Pi., M. Si serta Dwi Yuli Pujiastuti, S.Pi., M.P.

Dosen yang kerap disapa Woro menjelaskan tentang perikanan di Indonesia. Kemudian, Patmawati menjelaskan tentang pengolahan perikanan modern di Indonesia. Sementara Yuli mengjelaskan tentang pengolahan perikanan tradisional di Indonesia.

Salah satu mahasiswa master degree Universiti Teknologi Petronas Rab Nawaz mengungkapkan tujuan dia mengikuti summer program yaitu untuk mengetahui budaya di Indonesia.

“Hari ini saya mendapatkan banyak ilmu tentang perikanan di Indonesia, bagaimana cara pengolahannya, serta budidaya ikan, dan itu luar biasa,” jelasnya.

Nawaz menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak potensi di perikanan, dan potensi tersebut bisa mendorong dalam sektor perekonomian serta kesejahteraan bagi Indonesia. (*)

Penulis : R. Dimar Herfano Akbar

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu