Hubungan Beban Mental Terhadap Kelelahan pada Pelajar Pengendara Sepeda Motor

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Jurnas.com

Pengendara sepeda motor dapat mengalami cedera karena kecelakaan lalu lintas. Cedera ini dapat menyebabkan ketidakhadiran di sekolah yang pada akhirnya berpengaruh terhadap proses belajar.  Cedera pada pelajar dapat berpengaruh terhadap kondisi fisik seperti kecacatan maupun mental akibat kehilangan fungsi fisik yang dialami. Kelelahan merupakan penurunan kondisi baik fisik maupun psikis. Kelelahan menyebabkan penurunan kemampuan mengendarai kendaraan, karena kelelahan berpengaruh terhadap konsentrasi saat mengendarai kendaraan sepeda motor. Pada anak pelajar SMA sering kali mengalami beban mental baik karena kondisi lingkungan sekolah, masyarakat maupun rumah. Pelajar SMA menerima beban mental yang dalam mencapai prestasi yang dinilai dari nilai Unas maupun capaian kelulusan dan penerimaan di pendidikan jenjang selanjutnya.

Hasil studi yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan kondisi kelelahan yang diukur secara subyektif ini dialami oleh 99,8% pelajar pengendara kendaraan sepeda motor yang diukur saat belajar disekolah. Kelelahan ini meliputi kelelahan dalam beraktifitas, mental dan fisik. Kelelahan aktifitas yang dialami oleh 99,8% pelajar seperti merasakan kepala terasa berat,  sering menguap. Kelelahan mental yang dialami 99,3% pelajar seperti  kesulitan berkonsentrasi, gugup, cemas. Kelelahan fisik dialami 99,8% pelajar seperti sakit kepala, kaku di bahu. Tingkat kelelahan yang dialami pelajar ini sebagian besar adalah sedang  tapi 32% pelajar menyatakan mengalami kelelahan berat. Kondisi ini dapat berpengaruh terhadap konsentrasi saat mengendarai kendaraan sepeda motor waktu pulang sekolah. Hal ini seharusnya perlu dicegah agar kecelakaan lalu lintas tidak terjadi pada pelajar pengendara sepeda motor.

Faktor yang menyebabkan kelelahan diantaranya adalah beban mental. Beban mental yang dimaksud meliputi tuntutan mental, fisik, waktu, performansi, usaha dan frustasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat frustasi meningkat maka kelelahan akan meningkat. Frustasi ini adalah perasaan tidak aman, tidak diperhatikan, tidak nyaman, tidak rileks yang dirasakan pelajar pengendara sepeda motor semakin meningkat  maka semakin meningkat pula kelelahan baik fisik, mental dan pelemahan aktifitas semakin meningkat secara bermakna. Saran yang bisa diberikan adalah mengurangi rasa frustasi  diantara pelajar pengendara sepeda motor.

Penulis: Lucia Yovita Hendrati

Informasi lebih detail mengenai artikel ini dapat dilihat di:

https://www.indianjournals.com/ijor.aspx?target=ijor:ijphrd&volume=10&issue=9&article=193

Hendrati, L.Y., Martini, S. and Lestari, K.S., 2019. Relationship between Mental Workload and Fatigue of Motorcycle Rider among East Java Student. Indian Journal of Public Health Research & Development10(9), pp.1049-1054.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu