Bangun Pulau Karamian Lewat Pembinaan UMKM dan Lentera Karamian

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Hasil pengemasan produk abon ikan dalam program pembinaan UMKM oleh tim KMP 2.0 (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Ksatria Maritim Project (KMP) program rintisan dari Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) Universitas Airlangga (UNAIR) yang dilaksanakan di salah satu daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, red) yakni Pulau Karamian, Masalembu, Sumenep , Jawa Timur telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan pulau yang luar biasa. Tim KMP 2.0 UNAIR berhasil melaksanakan sepuluh program kerja yang dikemas dalam tiga bidang, yakni pendidikan, energi dan lingkungan, serta ekonomi dan sosial, selama sepuluh hari, terhitung mulai dari Kamis (21/11/19) hingga Sabtu (30/11/19).

Dari kesepuluh program tersebut, menjadi fokus utama KMP pada tahun ini yaiu pemberdayaan masyarakat melalui umkm dan pembangunan infrastruktur desa di Pulau Karamian. Oleh karena itu, dua program yang bertajuk ‘Pembinaan UMKM’ dan ‘Lentera Karamian’ menjadi dua program utama dalam KMP 2.0 UNAIR di Pulau Karamian.

Pembinaan UMKM Karamian

Diza Mevia R. selaku koordinator KMP 2.0 menjelaskan, bahwa pembinaan UMKM merupakan salah satu program yang membuatnya terkesan saat pengabdian. Karena melalui program kerja ini masyarakat Pulau Karamian dilatih akan packaging dan pemasaran abon ikan. Selain itu, tim KMP juga membuat struktur kepengurusannya.

“Respond masyarakat juga sangat senang dan yang datang banyak sekali. Hal ini mendapat dukungan dari perangkat desa yang mana akan dijadikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) nantinya,” terangnya.

Masyarakat sudah memiliki produk buatan sendiri berupa abon ikan namun masih belum menjangkau kepada masyarakat luas utamanya diluar Pulau Karamian. Untuk itu, supaya produk abon Karamian dapat menjangkau masyarakat luas, pembinaan UMKM dilaksanakan supaya nantinya dapat dijadikan sebagai Bumdes, sehingga dapat memajukan perekonomian masyarakat setempat.

“Saat ini sedang melakukan promosi di media sosial untuk mengenalkan produk. Dan kami masih terus berkoordinasi dengan ketua pengurus terkait pengiriman dan pemasaran produk diluar Pulau Karamian (saat ini masih menjangkau wilayah Surabaya),” jelasnya.

Lentera Karamian

Lentera Karamian merupakan proker utama pembangunan daerah 3T, yang mana terdapat pemasangan dua lampu jalan panel surya untuk menerangi jalan. Tak hanya itu, namun juga untuk  memantik warga sekitar supaya menjadi penggerak penggunaan panel surya di pulau yang terbatas daya listrik.

Pemasangan lampu jalan panel surya dipilihnya karena melihat aktifitas nelayan yang memancing pada malam hingga dini hari dan membawa hasil tangkapan ikannya hanya dapat memanfaatkan daya listrik yang terbatas. Pulau Karamian belum terjamah aliran listrik secara maksimal, yakni hanya dialiri listrik pada pukul 18.00 hingga pukul 12.00 malam saja.

Tim KMP 2.0 UNAIR ketika melakukan pembinaan UMKM kepada ibu-ibu di Pulau Karamian (Foto: Istimewa)

“Dari proker ini dapat menjadi inisiasi supaya aktivitas memancing warga dapat menggunakan energi listrik panel surya, dan agar listrik yang ada di pulau tersebut dapat dialiri semalaman,” ungkapnya.

Upaya tim KMP 2.0 dalam membantu penerangan dilakukan dengan pemasangan panel surya yang ditanam secara permanen, sehingga diharapkan dapat bertahan selama bertahun-tahun. Lalu, diakhir Diza juga berharap, agar pemerintah memberikan peran pentingnya supaya program ini dapat berjalan dengan baik, sehingga di pulau 3T ini dapat teraliri listrik semalaman. (*)

Penulis : Ulfah Mu’amarotul Hikmah

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu