Vaksinasi PPV-233 Signifikan Tingkatkan Antibodi Jamaah Haji Lansia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Kemunculan sejumlah problem kesehatan yang dihadapi jamaah haji, terutama lansia, saat melakukan ibadah di Tanah Suci mendorong adanya temuan solusi dari para peneliti. Salah satunya, muncul temuan dari Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, RSUD Dr. Soetomo, Universitas Airlangga, yang berhasil dipublikasikan di salah satu jurnal Internasional terkemuka, yaitu New Armenian.

Adalah Gatot Soegiarto MD., PhD. Hasil risetnya menegaskan bahwa vaksinasi PPV-23 secara signifikan meningkatkan level antibody dan cukup protektif. Selain itu, kesimpulan penting yang dapat diambil, vaksinasi PPV-23 secara signifikan mendorong peningkatan dalam kadar IgG spesifik pneumokokus serum pada jemaah haji lansia dan mencegah infeksi pneumokokus.

”Saat ini masih ada data terbatas tentang pengaruh vaksinasi polisakarida pneumokokus (PPV-23) terhadap tingkat spesifik IgG serum pneumokokus pada lansia,” ujarnya.

Padahal, sebut Gatot, jumlah populasi di Indonesia saat ini adalah 225.000.000 dan 7,6 persen atau 17.100.000 orang adalah lansia. Pada 2025, diperkirakan bahwa populasi lanjut usia Indonesia akan bertambah sekitar 13,1 persen dari populasi.

”Pada lansia, penurunan respons imun menyebabkan infeksi yang lebih parah. Itu sebabnya vaksinasi untuk mencegah infeksi, terutama pneumonia, menjadi sangat penting,” katanya.

Gatot menyebutkan, pada lansia, faktor risiko pneumonia yang sering ditemukan, yaitu adanya penurunan fungsi kekebalan tubuh. Banyak aspek pertahanan tubuh menurun pada orang tua: berkurangnya kemampuan untuk menghasilkan antibodi, menurunnya fungsi pembersihan mukosiliar, dan perubahan kemampuan pernapasan.

Bakteri kolonisasi saluran pernapasan atas oleh bakteri gram positif dan gram negatif sering ditemukan pada orang tua dan berhubungan dengan keparahan penyakit sistemik. Merokok, gagal jantung, diabetes mellitus, keganasan, dan riwayat pneumonia sebelumnya adalah faktor risiko terjadinya pneumonia. Kendati demikian, peningkatan serum level IgG spesifik-pneumokokus setelah PPV-23 vaksinasi dalam penelitian ini adalah bukti bahwa vaksin ini tak kalah manjur untuk lansia.

”Sayang, efektivitas vaksinasi pneumonia pada orang tua masih diperdebatkan. Meta-analisis gagal memberikan bukti kuat tentang manfaat vaksin terhadap Invasive Pneumococcus Disease (IPD) atau pneumonia,” ungkapnya.

Menurut Gatot, tanda dan gejala pneumonia pada lansia sering tidak dapat diketahui sehingga sering menyebabkan keterlambatan dalam diagnosis. Situasi ini memiliki dampak yang sangat signifikan seperti periode perawatan yang lebih lama, biaya perawatan yang lebih tinggi, dan komplikasi yang sering terjadi.

Respons imun terhadap vaksinasi pneumokokus dapat diukur dengan berbagai parameter seperti peningkatan tingkat spesifik IgG pneumokokus serum atau efek perlindungan dari vaksinasi pada kejadian infeksi pneumonia. Keefektifan vaksinasi dapat dievaluasi dengan melakukan uji klinis, yang tidak mudah dilakukan. Evaluasi kadar antibodi spesifik pneumokokus serum setelah vaksinasi dapat diukur dengan ELISA.

Gatot menyebutkan, lansia yang melakukan haji memiliki risiko tinggi terkena infeksi pneumonia karena faktor transmisi tinggi dan cuaca ekstrem. Pneumonia adalah infeksi yang paling umum didapat haji lansia.

”Penelitian ini berfokus untuk mengetahui pengaruh efek dari vaksinasi PPV-23 terhadap kadar spesifik IgG serum pneumokokus pada jemaah haji lansia yang akan melakukan ibadah haji dan mengevaluasi kejadian infeksi pneumonia selama haji,” sebutnya. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Khefti Al Mawalia

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di New Armenian Medical Journal berikut:

https://ysmu.am/website/documentation/files/b11f70f8.pdf

Merlyna Savitri, Jusri Ichwani, Ari Baskoro, Gatot Soegiarto. 2019. Polysaccharides Pneumonia Vaccination (Ppv-23) and Serum Pneumonia-specific IgG Levels in the Elderly. The New Armenian Medical Journal Vol.13, Nо 1, p. 85-90

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu