Enam Faktor Ini Tak Pengaruhi Kelangsungan Hidup Penderita Kanker Payudara

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Sebuah penelitian yang dipublikasikan di salah satu jurnal internasional New Armenian membuktikan bahwa enam faktor yang tidak mempengaruhi kelangsungan hidup penderita kanker payudara. Enam faktor itu adalah usia, status menyusui, status menopause, penggunaan, kontrasepsi, jenis histopatologi, dan stadium kanker.

Temuan tersebut dibuktikan tiga akademisi Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, RSUD Dr. Soetomo, Universitas Airlangga, Surabaya. Penelitian itu dilakukan di Poli Onkologi Satu Atap (POSA) RSUD Dr. Soetomo, Surabaya periode Mei-Agustus 2012.

Prof. Ami Ashariati MD.,PhD., salah seorang peneliti mengungkapkan bahwa desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Subyek dalam penelitian ini telah menjalani operasi kanker payudara dengan biopsy terbuka seperti mastectomy (pengangkatan payudara) dan penderita berada di stadium I, II, IIIa, IIIb karena tingkat kelangsungan hidup lebih lama dan lebih banyak kemungkinan untuk pemantauan lama.

”Kanker payudara merupakan kanker urutan kedua dari semua keganasan pada wanita di Indonesia. Ini didukung data Indonesian National Cancer Registry (IACR). Terdapat 15 persen kematian akibat kanker pada wanita,” katanya.

”Salah Satu faktor penting dari kanker payudara, yaitu Estrogen Receptor (ER) sehingga itu berguna untuk menentukan respons dari penderita yang mendapat terapi hormonal,” imbuhnya.

Dari penelitian itu, sebut Prof Ami, ditemukan 36 penderita kanker payudara dengan ER-positif yang memenuhi kriteria, 12 penderita berusia di atas 50 tahun. Didukung studi di Amerika, penggunaan Tamoxifen selama lima tahun pada penderita berusia kurang 50 tahun lebih efektif dibanding usia lebih dari 50 tahun.

”Lima tahun pengobatan dengan Tamoxifen dapat mengurangi risiko kekambuhan dan kematian pada penderita kanker payudara denga ER positif,” ujarnya.

Prof Ami menyatakan, rata-rata kelangsungan hidup 36 penderita kanker dengan ER-positif adalah 2,69 tahun. Jumlah penderita dengan ER-positif yang terbanyak pada setadium IIIB. Tetapi, tidak ada perbedaan yang signifikan dari kelangsungan hidup 36 penderita kanker berdasar stadium kanker.

”Dalam penelitian ini, kelangsungan hidup kurang dari 1 tahun dan antara 2-3 tahun ditemukan pada 8 penderita, 22,2 persen masing-masing dari total 36 penderita kanker. Penderita kanker dengan kelangsungan hidup lebih dari 5 tahun sangatlah minim dengan jumlah 2 penderita (5,6 persen). Kemungkinan karena penderita kebanyakan datang ketika tahap kankernya sudah parah,” tuturnya.

Secara umum, seiring waktu status menyusui menunjukkan peluang kelangsungan hidup penderita kanker semakin menurun. Terdapat 24 penderita dari total 36 memiliki status menyusui dengan ER-positif. Tingkat kelangsungan hidup penderita dengan status yang menyusui adalah 2,3 tahun, sedangkan status non-menyusui adalah 2,6 tahun. Dengan demikian, kelangsungan hidup status yang menyusui relatif lebih rendah daripada non-menyusui.

”Berdasar status menopause, keluar dari 36 penderita yang diperiksa untuk tingkat ER, kebanyakan mereka memiliki status non-menopause atau masih menstruasi 22 kali. Tingkat kelangsungan hidup rata-rata penderita dengan status non-menopause adalah 2,2 tahun, sedangkan status menopause adalah 2,6 tahun,” sebutnya.

Prof Ami mengungkap, berdasar penggunaan kontrasepsi, terdapat 18 penderita tidak menggunakan tipe kontrasepsi. Rata-rata kelangsungan hidup mereka adalah 2,2 tahun, yang menggunakan kontasepsi adalah 2,7 tahun. Lalu, rata-rata kelangsungan hidup penderita kanker yang dikelompokkan berdasar histopatologi secara umum adalah memiliki waktu bertahan hidup 2,6 tahun.

”Sehingga penelitian ini membuktikan bahwa usia, status menyusui, status menopause, penggunaan kontrasepsi, jenis histopatologi, dan stadium kanker tidak mempengaruhi kelangsungan hidup pada penderita kanker payudara,” sebutnya. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Khefti Al Mawalia

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di New Armenian Medical Journal berikut

https://ysmu.am/website/documentation/files/d8bcd18e.pdf

Nisvi Dewi, Ami Ashariati, S Ugroseno Yudho Bintoro. 2019. Factors Related to The Survival of Breast Cancer Patients with Positive Expression of Estrogen Receptor Receiving Adjuvant Antiestrogen Therapy. The New Armenian Medical Journal, Vol.13 Nо 1, p. 20-26.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu