Pentingnya Kualitas Sampel Darah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi sampel darah. (Sumber: suara.com)

Pemeriksaan laboratorium darah lengkap merupakan pemeriksaan yang rutin dilakukan untuk setiap jenis penyakit, karena pemeriksaan ini merupakan skrining untuk suatu penyakit sehingga menjadi dasar perencanaan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan ini menginformasikan jumlah dan indeks eritrosit, trombosit, serta jumlah dan distribusi leukosit. Adakalanya pemeriksaan ini abnormal sehingga memerlukan konfirmasi pemeriksaan morfologi darah tepi.

Kendalanya, konfirmasi pemeriksaan morfologi atau apusan darah tepi ini terkadang tidak bersamaan dengan pemeriksaan darah lengkap, namun terdapat jeda beberapa jam. Pada kasus ketika dokter pengirim meminta review tambahan berupa pemeriksaan apusan darah tepi. Pada kasus demikian maka menjadi sebuah pertimbangan tersendiri untuk mengulang melakukan pengambilan darah tepi dengan menusuk ulang penderita pada hari yang sama. Sehingga perlu dikaji berapa lama darah simpan masih layak dan memberikan hasil baik pada morfologi darah tepi.

Pengkajian ini meliputi suhu dan waktu penyimpanan. Tentunya hasil kajian ini dapat menjadi referensi untuk pengambil kebijakan dalam membuat standard operating procedure (SOP) terkait pengambilan darh, penyimpanan dan pemeriksaan apusan darah.

Pada penelitian yang terkait tulisan ini dikaji pemeriksaan apusan darah tepi pada spesimen darah yang sama dan disimpan pada suhu refrigerator 4-80C dan suhu kamar 18-250C, kemudian diikuti serial pada 0, 8, 16, 24, 48, 96 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada penyimpanan suhu 4-80C darah masih stabil dan layak untuk pemeriksaan apusan darah tepi hingga 24 jam, sedangkan pada 18-250C stabilitas darah bertahan 8 jam.

Perubahan ini mencakup perubahan bentuk eritrosit, leukosit dan trombosit, sehingga apabila dipaksakan maka dapat menyebabkan kesalahan diagnosis karena adanya bentukan tertentu yang disebabkan darah disimpan lama, yang mana bentukan tersebut juga dapat terjadi pada penyakit tertentu. Kualitas apusan darah tepi ini selain bergantung pada kualitas spesimen darah, juga bergantung pada teknik membuat apusan, jenis cat dan teknik pengecatan. Terakhir, bila kualitas apusan darah telah memuaskan, maka interpretasi dari seorang dokter spesialis patologi klinik sangat menentukan.

Kebijakan laboratorium ini juga terkait penulisan jam saat pengambilan darah pada formulir permintaan pasien. Pada umumnya hampir semua laboratorium telah menuliskannya baik manual maupun otomatis. Namun, apabila spesimen berasal dari rujukan layanan kesehatan lain atau pengambilan darah tidak dilakukan di laboratorium, maka sosialisasi kepada pihak pengirim perlu dilakukan, sehingga lama usia sampel dapat diketahui dengan pasti.

Terkait penulisan jam pengambilan darah ini, beberapa laboratorium telah menggunakan sistem otomatik dengan menginputkan pada computer dan atau mencetaknya berupa barcode. Beberapa laboratorium masih menggunakan cara manual. Apaapun caranya yang penting penulisan jam pengambilan sampel harus dilakukan, disamping identitas pasien minimal meliputi nama dan nomor identitas yang harus benar. Penting juga dituliskan inisial petugas pengambil darah pada kertas yang sama.

Pemeriksaan apusan darah tepi itu sendiri diperuntukkan untuk kasus-kasus manakala terjadi penyimpangan jumlah eritrosit, leukosit ataupun tombosit. Penyimpangan jumlah ini dapat berupa peningkatan ataupun penurunan, dan perubahan nilai indeks eritrosit maupun trombosit.  Selain itu pada sebagian alat hematologi telah menyediakan menu berupa komentar dari alat karena terdapat abnormalitas dari sel baik jumlah maupun kualitas, yang disebut sebagai flagging. Apabila muncul flagging ini maka dokter perlu melakukan pemeriksaan mikroskopik untuk mengkonfirmasi. Jadi fungsi pemeriksaan apusan darah tepi ini dapat sebagai sarana konfirmasi ataupun diagnostik.

Sebagai sarana diagnostik, pemeriksaan ini diperuntukkan untuk mengidentifikasi diagnosis penderita berdasarkan kelainan pemeriksaan darah lengkap. Pada kondisi ini pemeriksaan biasanya dimintakan oleh seorang dokter yang merawat pasien. Sedangkan pada pemeriksaan konfirmasi biasanya dilakukan atas inisiatif dokter di laboratorium.

Mengingat pentingnya pemeriksaan apusan darah tepi ini, maka sangat diperlukan spesimen darah yang layak, sehingga hasil valid dan terpercaya. (*)

Penulis: Yetti Hernaningsih

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://www.balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/viewFile/1369/pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu