Cerita Dekan FIB UNAIR Satu Minggu Mengajar di Jepang

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DIAH Ariani Arimbi (kiri) dan Prof. Motoko Sugano menerima kenang-kenangan saat di Waseda Universty, Tokyo, Jepang. (Foto: Istimewa).

UNAIR NEWS – Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) Diah Ariani Arimbi, S. S., M,A., Ph.D. baru saja terbang ke Tokyo, Jepang. Diah, sapaan karibnya, terbang ke Tokyo, untuk mengajar sastra Inggris di Waseda University, Tokyo pada 24 November-30 November 2019.

Diah diundang oleh temannya yakni Prof. Motoko Sugano untuk datang langsung mengajar bersama mahasiswa asli Jepang. Disana ia mengajar lima mata kuliah Sastra Inggris. Menariknya, Diah mengajarkan kebudayaan Indonesia dalam bahasa Inggris. Terutama dengan media film yang mampu menarik perhatian para mahasiswa Jepang. Diah juga sempat mengajar dua mata kuliah dalam satu hari yakni General English.

“Film Laskar Pelangi yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Jepang memudahkan saya mengajar mereka,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Diah juga mempresentasikan pemikiran wanita di Indonesia kepada mahasiswa Jepang. Mayoritas fokus penelitiannya yang mengangkat isu wanita sekarang dan masa depan menjadi bahasan menarik selama ia disana.  

Diah mengaku bahwa para mahasiswa Jepang sangat antusias terhadap kebudayaan Indonesia. Gambaran Indonesia yang ada di film Laskar Pelangi membuat mahasiswa Jepang semangat mempelajarinya. Ia juga menceritakan budaya di Indonesia yang beragam dengan karakteristik.

Tidak hanya itu, ia juga menceritakan novel dan karya sastra di Indonesia yang sudah diangkat menjadi film. Antusiasme mahasiswa Jepang terhadap karya sastra tersebut menambah kesan Diah selama di Jepang.

Dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, Diah melakukannya kolaborasi dan aktivitas budaya langsung. Hal tersebut bertujuan agar komunikasi dengan para mahasiswa Jepang dapat terjalin dengan baik.

“Yang jelas pakai bahasa Inggris, tapi tentu saja Prof. Motoko membantu dalam menerjemahkan,” ujarnya.

Prof. Motoko yang merupakan teman kuliah S3 di Australia mengungkapkan rasa senang kepada Diah telah memenuhi undangan mengajar di Waseda University. Selama satu minggu Diah ditemani oleh Prof. Motoko sebagai penerjemah bahasa.

Selain mengajar, Diah juga mengunjungi beberapa tempat di Jepang. Kuil Soiji dan Minatomirai adalah dua tempat yang dikunungi Diah bersama Prof. Motoko dan para mahasiswa Jepang. Tidak ketinggalan pula ia bertemu dengan Rektor Waseda University Aiji Tanaka.

Penulis: Aditya Novrian

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu