Tingginya Angka Kepekaan Spesies Candida terhadap Obat Nystatin

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh hello sehat

Kandidiasis oris adalah salah satu tanda klinis AIDS petama yang muncul pada  50%hingga 95% orang  dengan HIV-positif. Spesies Candida adalah mikroorganisme komensal mukosa mulut; namun, dengan adanya faktor predisposisi, faktor-faktor ini dapat menjadi patogen dan menyebabkan infeksi. Beberapa faktor diduga mempengaruhi kandidiasis oral, seperti usia yang ekstrem, prosthesis gigi, merokok dan saliva, hormon, perubahan nutrisi atau imunologis. Kandidiasis oris dapat pseudomembran, eritematosa, hiperplastik atau mukokutan, atau bermanifestasi sebagai cheilitis angular. Candida albicans bertanggung jawab atas sebagian besar episode kandidiasis oral, tetapi spesies lain, seperti Candida glabrata, Candida krusei, Candida tropicalis, Candida parapsilosis dan Candida dubliniensis, sering terlibat.Berdasarkan WHO Nystatin merupakan pilihan terapi lini pertama pada kasus kandidiasis oral pada pasien HIV&AIDS. Nystatin merupakan pilihan antijamur yang aman, murah, efektif, dan tersedia di Indonesia.Resistensi antijamut termasuk Nystatin, terjadi karena mutase pada target obat, perubahan sterol jalur biosintesis, mutasu fungsional dalam proses transkripsi factor-faktor yang mengakibatkan peningkatan gen biosintesis ergosterol. Infeksi HIV&AIDS merupakan salah satu penyakit yang memiliki dampak sosial yang besar. Pada 90% pasien dengan HIV&AIDS diperkirakan akan mengalami penyakit pada rongga mulut sehingga akan memberikan efek pada kualitas hidup, dan salah satunya adalah pada sektor pekerjaan. Pada penelitian tersebut sebanyak 45% subjek penelitian tidak memiliki pekerjaan. Tingkat pendidikan pada penelitian ini sebanyak 9 orang (45%) subjek telah menyelesaikan pendidikan setingkat SMA. Pasien HIV&AIDS dengan latar belakang pendidikan yang rendah dan sosioekonomi yang rendah memiliki kesehatan oral yang buruk sehingga lebih mudah mengalami penyakit pada rongga mulut.11

Penularan HIV pada penelitian ini paling banyak didapatkan adalah secara heteroseksual yaitu sebanyak 65%. Hal ini serupa dengan gambaran umum HIV&AIDS di Jawa Timur dimana penularan utama HIV&AIDS terutama melalui heteroseksual sebanyak 69.6% sedangkan napza sebanyak 21,9%.12 Keluhan utama tersering berupa bercak putih pada rongga mulut (100%) dengan diagnosis kandidiasis oral tipe pseudomembran. Hasil penelitian yang sama dilakukan di India pada tahun 2013 dimana kandidasis oral tipe pseudomembran ditemukan sebanyak 72%.13 Pemberian ARV pada pasien HIV&AIDS dapat menurunkan angka kejadian kandidiasis oral secara signifikan. Pada penelitian sebagian subjek penelitian sudah pernah mendapat terapi ARV namun pada beberapa subjek merupakan pasien baru HIV&AIDS yang belum menerima ARV.14Sebagian besar pasien dengan riwayat terapi antijamur baik sistemik maupun topikal masih didapatkan adanya infeksi jamur.

Pada subjek penelitian dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, kemudian dilakukan pengambilan apusan dari mukosa rongga mulut. Apusan dibiakkan pada CHROMagar Candida dan kemudian setelah 48-72 jam kultur tumbuh dilakukan uji identifikasi lainnya dengan metode tes karbohidrat dan Cornmeal agar, setelah spesies berhasil diidentifikasi dilakukan uji resistensi dengan menggunakan metode disk difusi dengan menilai zona hambat antijamur berdasarkan standar Clinical Laboratory Standards Institute (CLSI) Resistensi anti jamur Nistatin

Penelitian dilakukan secara deskriptif observasionaldi di Unit Rawat Jalan dan Instalasi Rawat Inap Unit Perawatan Intermediate Penyakit Infeksi (UPIPI) RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Pada subjek penelitian dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, kemudian dilakukan pengambilan apusan dari mukosa rongga mulut. Apusan dibiakkan pada CHROMagar Candida dan kemudian setelah 48-72 jam kultur tumbuh dilakukan uji identifikasi lainnya dengan metode tes karbohidrat dan Cornmeal agar, setelah spesies berhasil diidentifikasi dilakukan uji resistensi dengan menggunakan metode disk difusi dengan menilai zona hambat antijamur berdasarkan standar Clinical Laboratory Standards Institute (CLSI) Resistensi anti jamur Nistatin

Didapatkan 29 subjek penelitian dengan 53isolat spesies Candida yang tumbuh pada kultur  adalah Spesies Candida terbanyak adalah Candida albicans dengan jumlah 25 (47%) isolat.Candida non-albicans sebanyak 28 (53 %) isolat. Hasil pemeriksaan uji resistensi spesies Candida terhadap Nystatin didapatkan 24 (96%) isolat sensitif terhadap Nystatin dan 1 (4%) intermediate terhadap Nystatin. Tidak ada Spesies Candida yang mengalami resisitensi terhadap Nystatin.  Tingginya angka kepekaan spesies Candida terhadap obat Nystatin akan menjadi perhatian khusus dalam penggunaan obat Nystatin khususnya pada pasien  HIV&AIDS. 




Penulis :dr Dwi Murtiastutik, Sp.KK(K)

Artikel ilmiah ini bisa dilihat di :

Artikel ilmiah ini bisa dilihat di : https://www.microbiologyjournal.orhttps://microbiologyjournal.org/articles-in-press/g/articles-in-press/

Journal Pure Appl Microbiol, 13(4),Desember 2019

Article 5749/doi 10.22207/JPMA.13.4

Nystatin Profile On Candida spesies in HIV/AIDS Patients With oral Candidiasis : A Phenomenology Study

Dwi Murtiastutik, Cut Shelma,Maharani,Rahmadewi,Muhammad Yulianto Listiawan.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu