Tata Kelola Perusahaan dalam Memenuhi Kriteria Syariah dan Investasi Dana Perusahaan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh inilah.com

Perusahaan syariah  pada pasar modal di Indonesia merupakan emiten pasar modal Indonesia yang ditunjuk sebagai emiten syariah oleh Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut OJK). Sebelum melakukan penunjukkan OJK melakukan penilaian berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan. OJK akan melakukan analisis terhadap kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan, apabila total utang berbasis riba tidak melebihi 45% dari total aset, dan pendapatan tidak halal memiliki proporsi sebesar maksimal 10% dari total pendapatan yang diraih oleh emiten, maka perusahaan yang bersangkutan dapat dikelompokkan ke dalam Perusahaan Syariah.

Mekanisme tata kelola perusahaan memiliki peran yang sangat penting dalam memenuhi kriteria syariah tersebut. Banyaknya anggota dewan komisaris dan dewan direktur pada sebuah perusahaan akan memberikan keuntungan bagi perusahaan, terutama karena adanya kombinasi keahlian anggota dewan pada bidang yang berbeda. Hal ini akan memberikan kesempatan adanya tata kelola perusahaan yang lebih baik dan meningkatkan minat investor dalam menanamkan modalnya pada perusahaan.

Adanya pembatasan total utang berbasis riba akan meningkatkan peran pengawasan manajemen dalam pengambilan utang perusahaan. Tingginya total kewajiban pada tingkat tertentu memiliki pengaruh positif terhadap harga saham perusahaan. Selain itu, manajemen juga dituntut untuk mengendalikan pendapatan tidak halal yang diperoleh oleh perusahaan. Pendapatan tidak halal ini termasuk diantaranya hasil atas simpanan dana perusahaan pada bank konvensional yang operasionalnya berbasis pada bunga. Dalam konteks ini pengawasan dewan komisaris sangat diperlukan untuk memastikan bahwa manajemen perusahaan, yang diwakili oleh dewan direktur, memenuhi kriteria yang diterbitkan oleh OJK, dengan asumsi bahwa perusahaan akan berusaha untuk tetap berada dalam kelompok perusahaan syariah.

Penelitian ini mencoba untuk melihat rata-rata total utang berbasis riba, pendapatan tidak halal yang dimiliki oleh perusahaan syariah, banyaknya bank yang berhubungan dengan perusahaan dengan menggunakan statistik deskriptif, serta untuk melihat pengaruh mekanisme tata kelola perusahaan terhadap total utang berbasis riba, pendapatan tidak halal, serta pemilihan bank dengan menggunakan alat analisis regresi data panel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total utang yang dimiliki oleh perusahaan sebesar 13% dari total asetnya, sementara pendapatan tidak halal memiliki rata-rata 2%. Setiap perusahaan memiliki bank konvensional yang menampung dana perusahaan sebanyak 9,86 bank, sementara untuk bank syariah hanya sebanyak 0,31 bank. Hasil ini menyatakan bahwa perusahaan syariah memiliki rata-rata total utang berbasis riba yang jauh dibawah kriteria yang ditetapkan, demikian juga halnya dengan pendapatan tidak halal, yang juga berada jauh dibawah kriteria yang ditentukan.

Terkait dengan pemilihan bank sebagai lembaga keuangan yang menyimpan dana perusahaan, tampak bahwa perusahaan syariah cenderung memilik bank konvensional dibandingkan dengan bank syariah. Hal ini tentunya menjadi sebuah ironi, dimana perusahaan syariah lebih memilih bank konvensional untuk menyimpan dananya dengan konsekuensi bahwa perusahaan akan selalu mendapatkan pendapatan tidak halal.

Berdasarkan hasil regresi data panel, ternyata bahwa hanya anggota dewan direktur independen yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap komposisi utang perusahaan. Dewan direktur, sebagai penanggung jawab manajemen perusahaan, berpengaruh signifikan atas pemilihan bank konvensional sebagai penyimpan dana perusahaan. Dewan Komisaris, tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemenuhan kriteria perusahaan syariah. Kondisi ini harus diperbaiki, mengingat bahwa dewan komisaris merupakan wakil dari pemilik perusahaan yang seharusnya memiliki pandagan bahwa perusahan harus  meningkatkan hubungannya dengan bank syariah.

Penulis: Sri Iswati

Informasi detail dari penelitian kami dapat dilihat pada artikel kami di:

https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85069515996&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&sid=f164cdf392c62bdd6b94bfdd84260e74&sot=autdocs&sdt=autdocs&sl=18&s=AU-ID%2857210110976%29&relpos=0&citeCnt=0&searchTerm=

Sri Iswati, Ahmad Faisal Haq, Muslich Anshori, Moch. Edman Syarief, 2019. The Influence of Corporate Governance Mechanism to Fulfill Syaria Criteria and The Cash Placement Trends in Financial Institution,  Opción Universidad del Zulia, Volume, Issue: Año 35, Especial No.19. (page 2224 – 2243)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu