Rancang Insektisida Alami Pengusir Lalat untuk Olahan Ikan Asin, Mahasiswa UNAIR Sabet Juara 1 LKTI

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DARI KIRI: Mirda Elisafitri dan Sumber Nurhadi meraih Juara I LKTI di IAIN Tulungagung. (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Berawal dari masalah yang diutarakan oleh dosen di kelas, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga menuangkan ide melalui esai berjudul “Potensi Mangrove Avicennia spp sebagai Star-La Insektisida Alami Pengusir Lalat Pada Pembuatan Olahan Ikan Asin Guna Mendukung Terwujudnya SDs Di Wilayah Pesisir Indonesia”. Tak tanggung-tanggung, ide itu lantas berhasil menyabet Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah se-Jawa Timur.

Mahasiswa yang merancang ide itu antara lain Mirda Elisafitri, Sumber Nurhadi, dan Mei Rifqi dari program studi Akuakultur angkatan 2017. Essay Writing Competition yang diadakan di IAIN Tulungagung yang diikuti pada Rabu (27/11/2019) mengusung tema “Optimalisasi Peran Pemuda dalam Pemanfaatan Sumber Daya untuk Mewujudkan SGDs di Era Revolusi Indusri 4.0”.

Ketiga mahasiswa itu mempresentasikan esai yang turut dibimbing oleh dosen FPK UNAIR Dr. A. Shofy Mubarak S. Pi, M.Si. di depan mahasiswa seluruh Jawa Timur. Pembuatan esai selama dua minggu tersebut nantinya akan lanjut ke tahap Program Kreatifitias Mahasiswa (PKM-M).

Mulanya, dosen melontarkan pertanyaan sudahkah ada anak perikanan memberikan solusi terkait ikan asin yang dikerumuni lalat? Sebab, dampaknya sangat berbahaya. Menurut (WHO, 2015) apabila makanan dihinggapi oleh lalat, makanan tersebut bisa terkontaminasi oleh bakteri seperti Salmonella, dan E.coli. Jika terlalu banyak lalat yang menghinggapi makanan, akan ada potensi keracunan makanan.

“Dari situ kami terinspirasi, kami cari info bahan dan kandungan apa yang dibutuhkan untuk membuat sebuah insektisida yang aman dan ramah lingkungan,” ujarnya.

“Lalu kemudian kandungan tersebut kami sinkronkan dengan potensi perikanan, salah satunya kandungan senyawa sekunder insektisida itu terdapat pada tanaman mangrove,” tambahnya.

Tanaman mangrove yang melimpah adalah jenis Avicennia spp, lalu tempat produsen pembuatan ikan asin berada di wilayah pesisir. Salah satu potensi tanaman di pesisir adalah tanaman mangrove yang mudah diperoleh.

MIrda mengatakan bahwa tim mereka kesulitan mencari data serta tingkat keberhasilan dari esai mereka karena belum ada penelitian terkait sebelumnya. “Nanti kami bikin penelitian untuk konsentrasi yang tepat dan tingkat ke efektifannya,” terang Mirda.

Mirda berharap, baik untuk mahasiswa UNAIR maupun FPK khususnya, dapat menuangkan ide dan pikirannya lalu meluangkan waktu untuk meraih prestasi dan mencari pengalaman di luar kampus.

“Semoga kita semua bisa berkontribusi untuk kemajuan bangsa,” tutupnya. (*)

Penulis : R. Dimar Herfano Akbar

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu