Layanan Pendidikan Inklusi UNAIR Wadahi Mahasiswa Disabilitas Nyaman Untuk Belajar

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
BEBERAPA relawan mahasiswa UNAIR untuk mahasiswa disabilitas sedang belajar bahasa isyarat, pada Jum'at (29/11). (Foto: Agus Irwanto)

UNAIR NEWS – Penyediaan sarana belajar yang ramah terhadap mahasiswa disabilitas adalah sebuah kebutuhan yang harus dioptimalkan oleh perguruan tinggi. Hal itu akan menunjang para mahasiwa disabilitas dalam mengakses pendidikan tanpa ada hambatan.

Universitas Airlangga melalui TIM Layanan Pendidikan Inklusi dibawah Direktorat Pendidikan UNAIR mampu mewadahi mahasiswa disabilitas untuk nyaman belajar di UNAIR. Langkah tersebut diwujudkan dengan merekrut relawan dari mahasiswa sebagai pendamping pada Jumat (28/11/2019).

Koordinator Tim Layanan Pendidikan Inklusi UNAIR, Dr. Nono Hery Yoenanto, S. Psi, mengungkapkan, program layanan inklusi bagi mahasiswa berkebutuhan khusus bertujuan memudahkan proses belajar mereka. Mahasiswa berkebutuhan khusus tidak perlu takut untuk melakukan proses perkuliahan dengan mahasiswa lainnya.

“Pendampingan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus sangat penting untuk memudahkan proses perkuliahan mereka (mahasiswa inklusi, Red),” ungkapnya.

Nono juga menambahkan, program pendampingan mahasiswa disabilitas sudah memasuki tahun kedua. Program pelayanan mahasiswa berkebutuhan khusus di UNAIR sudah mampu menyasar ke sembilan fakultas.

Tidak hanya itu, program peningkatan softskill para mahasiswa disabilitas menjadi program unggulan agar mampu bersaing didunia kerja. Dalam mengembangkan softskill mahasiswa disabilitas, Tim Layanan Pendidikan Inklusi UNAIR bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) UNAIR.

“Salah satu aksi kongkrit relawan saat mendampingi mahasiswa disabilitas adalah bantuan merapikan tulisan saat skripsi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Nono juga menceritakan relawan pendamping juga membantu dalam akses gerak di dalam kampus. Terutama bagi mahasiswa yang menyandang tuna daksa saat kuliah di lantai tiga diberikan bantuan berupa pengantaran saat naik keatas maupun kebawah.

Pendampingan terhadap mahasiswa disabilitas oleh relawan juga bervariasi. Nono mengungkapan hal tersebut memberikan keramahan dan kenyamanan belajar bagi mahasiswa disabilitas. Dengan relawan yang berjumlah hingga 28 orang sudah membantu 20 mahasiswa disabilitas yang tersebar di beberapa fakultas.

Fasilitas yang diberikan direktorat pendidikan UNAIR juga mendukung mahasiswa disabilitas mudah mengakses pendidikan di UNAIR. Pemetaan mahasiswa disabilitas setiap fakultas dilakukan tiap tahunnya untuk memudahkan pelayanan secara optimal.

Nono menuturkan bahwa pada tahun pertama sudah dapat merealisasikan modul pelatihan relawan mahasiswa inklusi di UNAIR. Pedoman tersebut sangat berguna bagi kelangsungan proses perkuliahan mahasiswa disabilitas yang nyaman dan tanpa ada hambatan.(*)

Penulis: Aditya Novrian

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu