Gaya Kepimpinan Situasional pada Performance of Sales Representatives

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh barantum

Studi ini mengkaji pengaruh simultan dan parsial antara gaya kepemimpinan situasional dan motivasi kinerja tenaga penjualan di PT. Luxindo Raya Surabaya. Kajian ini merupakan penelitian eksplanatori dan menggunakan uji statistik. Hasil studi ini menunjukkan bahwa Hipotesis 1  diterima karena membuktikan bahwa gaya kepemimpinan situasional memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja tenaga penjualan PT. Luxindo Raya Surabaya, terindikasikan dengan nilai hitung 0,045. ; Hipotesis 2  diterima karena menunjukkan signifikansi dampak motivasi terhadap kinerja tenaga penjualan PT. Luxindo Raya Surabaya, yang ditunjukkan oleh nilai hitung 0,042; Hipotesis 3  diterima karena membuktikan bahwa gaya kepemimpinan situasional dan motivasi secara bersamaan memiliki imbas yang substansial terhadap kinerja tenaga penjualan PT. Luxindo Raya Surabaya, yang ditunjukkan oleh nilai hitung sebesar 11.592 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,462 atau 46,2% sedangkan sisanya 53,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.

Dalam kepemimpinan situasional, setiap pemimpin harus mampu mendiagnosis situasi dengan baik. Gaya kepemimpinan menunjukkan pola perilaku satu individu yang dapat mempengaruhi individu lain. Ada dua (2) kategori gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan oleh seorang pemimpin, seperti memberikan panduan, sebuah gaya kepemimpinan dengan pola pengarahan seputar apa yang harus dilakukan, bagaimana caranya, kapan, dan siapa pelaksananya. Selain itu, pemimpin juga memberikan dukungan, sebuah gaya kepemimpinan yang melibatkan komunikasi dua arah antara sang pemimpin dengan para pengikutnya.

Model kepemimpinan memberikan dukungan mencakup pengayoman mendengarkan, mendorong, memfasilitasi, menjelaskan, dan memberikan dukungan sosial emosional (Stodgill, 2002). Motivasi adalah kekuatan-kekuatan untuk memulai dan mengarahkan perilaku (Davis, 2005). Ukuran kinerja pekerjaan yang baik adalah ketika kinerja tersebut dapat diandalkan, memenuhi harapan, representatif dan dapat diprediksi meskipun berada dalam pengawasan dan tekanan tinggi (Widjaja, 2006). Studi ini menunjukkan bahwa teori gaya kepemimpinan dengan pendekatan perilaku yang berorientasi pada kedewasaan dan wawasan luas tentang pekerjaan, motivasi, hasrat berprestasi, dan kemampuan dalam membangun hubungan akan dapat meningkatkan kinerja seseorang. Dalam kepemimpinan situasional, setiap pemimpin harus mampu membuat diagnosis situasi yang baik.

Penulis: Dr. Falih Suaedi, M.Si.

Berikut adalah link terkait tulisan artikel ilmiah populer di atas: https://produccioncientificaluz.org/index.php/opcion/article/view/24596

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu