D3 Keperawatan Turut Meriahkan Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-55 di Kabupaten Gresik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
GITA Cahyani, salah satu mahasiswa D3 Keperawatan yang berkesempatan mengikuti pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)
GITA Cahyani, salah satu mahasiswa D3 Keperawatan yang berkesempatan mengikuti pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – D3 Keperawatan Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan kegiatan tahunan, yakni peringatan Hari Kesehatan. Di mana pada tahun ini merupakan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55, peringatan tersebut terintegrasi dengan peringatan hari kesehatan nasional yang juga dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.

Pengabdian masyarakat dipilih sebagai ajang untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-55. Acara tersebut dilaksanakan pada Jumat (29/11/2019) di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Jalan KH. Syafi’i No.07 Kabupaten Gresik.

Seperti yang diketahui bahwa masyarakat secara umum membutuhkan banyak bantuan pelayanan yang bersifat kuratif, tapi juga preventif dan promotif. Jadi, acara tersebut diadakan untuk merayakan Hari Kesehatan Nasional Ke-55, tapi selain itu dapat memberikan manfaat kepada masyarakat terutamanya masyarakat Kabupaten Gresik.

Wakil Bupati Kabupaten Gresik Dr. H. Muhammad Qosim, M.Si. juga turut hadir pada acara tersebut. Sebanyak 20 mahasiswa D3 Keperawatan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Bukan hanya itu, seluruh petugas kesehatan baik dokter, perawat, bidan, maupun farmasi di Kabupaten Gresik turut hadir memeriahkan acara.

Menurut Dr. Lestari Sudaryanti dr.,M.Kes. selaku koorinator D3 Keperawatan Kampus Gresik mengatakan bahwa ikut sertanya mahasiswa D3 Keperawatan dalam kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan peran serta dan kontribusi D3 Keperawatan pada penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat. “Tujuannya adalah meningkatkan peran serta dan kontribusi prodi pada penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat,” ucapnya.

Pada pembukaan acara dilaksanakan senam bersama menyesuaikan kegiatan yang dilakukan oleh santri di pondok pesantren tersebut. Senam dilakukan sembari mempromosikan senam sebagai sarana preventif dan promotif dalam bidang kesehatan. Setelah itu dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan, di samping itu mahasiswa D3 Keperawatan juga melakukan penelitian dengan santri putri menjadi sasarannya. Selain melakukan penelitian, mahasiswa D3 Keperawatan ikut serta dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan yang dilakukan.

Sementara itu, Gita Cahyani salah seorang mahasiswa D3 Keperawatan yang ikut serta mengatakan bahwa ini adalah kali pertamanya mengikuti pengabdian masyarakat dengan sasaran santri pondok pesantren. Terlebih lagi, dengan adanya kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain menjadi salah satu hal menarik baginya.

“Senang rasanya bisa ikut berpartisipasi. Terlebih lagi ini kali pertama ikut pengabdian masyarakat yang sasarannya santri. Selain itu, bisa berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain merupakan hal yang menarik,” ujarnya.

Dr. Lestari berharap bahwa dengan ikut sertanya D3 Keperawatan dalam acara tersebut hubungan yang terjalin antara D3 Keperawatan dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dapat berjalan dengan baik. Sebab, bagaimana pun juga menurut sejarah bahwa D3 Keperawatan merupakan bagian terintegrasi dari Pemerintah Kabupaten Gresik. Sehingga berbagai kegiatan yang dilaksanakan terintegrasi dengan pelayanan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik, utamanya dinas kesehatan baik dalam hal promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitative.

“Bagaimana pun juga kita (D3 Keperawatan, Red) secara historical adalah bagian terintegrasi dari pemerintah Kabupaten Gresik,” katanya.

Dr. Lestari menjelaskan pada 2020 D3 Keperawatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik akan menetapkan tiga desa binaan, yakni desa binaan untuk penanggulangan stunting, desa binaan untuk penanggulangan kegawatdaruratan maternal, serta desa binaan untuk fokus pada kesehatan reproduksi remaja. “Tahun depan (2020, Red) prodi D3 Keperawatan akan menetapkan tiga desa yang akan menjadi binaan yang telah direncanakan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (*)

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu