PUSPAS UNAIR Salurkan Bantuan untuk Pengobatan Dosen

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PENYERAHAN bantuan dana pengobatan dari Ketua PUSPAS Dr. Tika Widiastuti, SE., M.Si. (kedua dari kana) untuk Bapak Soebianto (kedua dari kiri) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada Rabu (28/11/2019). (Foto: Rissa Ayu F)

UNAIR NEWS — Soebianto Soegeng, SH., MH merupakan salah satu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, telah mengajar sejak tahun tahun 1976. Soebianto divonis menderita penyakit kanker kandung kemih stadium 3.

“Mengetahui penyakit ini sejak bulan Juli 2019, setelah itu saya menjalani pemeriksan MRI (Magnetic Resonance Imaging), lalu radiasi, dan setelah itu saya menjalani proses operasi pada 12 September 2019,” ujar Soebianto.

Untuk itu, Pusat Pengelolaan Dana dan Sosial (PUSPAS) Universitas Airlangga pada Rabu (27/11/2019) memberikan bantuan dana bantuan pengobatan sebesar Rp. 11.362.125 kepada Soebianto. Bantuan tersebut diberikan untuk biaya yang tidak dicover oleh BPJS.

“Bantuan dana yang kami berikan ini dari salah satu program kami yaitu Sambung Rasa. Dana bantuan ini bisa disalurkan ke tenaga pendidik, dosen, staf, dan sivitas akademika yang ada di Universitas Airlangga,” turut Celine Ilyassin selaku Staf Penyaluran PUSPAS.

Dana yang diberikan untuk membantu berasal dari santunan, hibah, dan donasi. Selain bantuan untuk yang terkena penyakit, PUSPAS memiliki berbagai program penyaluran dana bantuan untuk mahasiswa. Soebianto mengaku sangat senang dan merasa terbantu karena mendapatkan bantu dari PUSPAS.

“Tentu saya sangat gembira mendapatkan bantuan ini karena pengobatan untuk kanker sangat mahal. Kemarin operasi kalau saya tidak pakai BPJS itu 10 juta, MRI radiasi sekitar 10-20 juta untuk satu paket dan belum tentu satu paket itu selesai. Kemudian yang belum di cover itu kemoterapi karena obat yang mahal,” tutur Soebianto.

Saat ini kondisi Soebianto berangsur-angsur membaik setelah menjalani operasi dan pengobatan. Ia berharap agar kembali pulih seperti sediakala sehingga dapat kembali mengajar dengan baik. Selain itu ia berpesan untuk tidak menyepelekan gejala kecil dari penyakit. Ia pun bersyukur karena menyadari penyakitnya sejak dini sehingga dapat segera mendapatkan penanganan. (*)

Penulis: Rissa Ayu F

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu