Tingginya Berat Badan Tingkatkan Tingginya Hipertensi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Media Indonesia

Hipertensi adalah penyakit yang menyebabkan masalah serius dan berbahaya di masyarakat. Hipertensi adalah faktor risiko penyakit jantung dan stroke dan bertanggung jawab atas setidaknya 45% kematian akibat penyakit jantung, dan 51% kematian akibat stroke. Selain itu, hipertensi adalah penyebab umum kematian dini di seluruh dunia (World Health Organization, 2019).

Prevalensi obesitas sebagian besar telah meningkat selama dekade terakhir di negara maju dan berkembang. Penurunan aktivitas fisik dan konsumsi yang berlebihan dari diet tinggi lemak dianggap sebagai kontributor utama. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018,  prevalensi obesitas di Indonesia meningkat dari 14.8% pada tahun 2013 menjadi 21.8% pada tahun 2018. Selain itu, prevalensi hipertensi di Indonesia juga meningkat, yaitu sebesar 25.8% pada tahun 2013 dan menjadi 34,1% pada tahun 2018 dari total populasi orang dewasa.

Meskipun terdapat peningkatan beban obesitas dan hipertensi di negara-negara berkembang, ada informasi yang terbatas tentang kontribusi indeks massa tubuh terhadap tekanan darah pada populasi ini. Indeks masa tubuh berkaitan dengan status gizi. Indeks masa tubuh dapat digunakan untuk memantau status gizi terutama yang berkaitan dengan kelebihan dan kekurangan berat badan. Permasalahan status gizi pada usia muda dapat menyebabkan penyakit degenerative pada usia dewasa.

Penelitian kami dengan menggunakan data The Indonesian Family Life Survey 5 (IFLS5) menyatakan bahwa individu yang obesitas mempunyai risiko 4.08 kali lebih besar untuk mengalami hipertensi dibandingkan individu yang status gizi nya normal. Selain itu, individu yang overweight mempunyai risiko 2.49 kali lebih besar untuk mengalami hipertensi dibandingkan dengan individu yang status gizinya normal. Jadi, semakin besar indeks massa tubuh seseorang maka semakin besar risiko seseorang tersebut untuk mengalami hipertensi. Sehingga menjadi sangat penting bagi individu untuk menjaga pola asupan makanan untuk mencegah terjadinya hipertensi. Selain itu, pemerintah dan layanan kesehatan perlu meningkatkan promosi gaya hidup sehat, terutama program diet sehat, untuk mendorong masyarakat mempertahankan berat badan ideal dan mengurangi kejadian hipertensi pada masyarakat di Indonesia.

Penulis : Erni Astutik

Informasi lebih detail mengenai artikel ini dapat dilihat di:

https://e-journal.unair.ac.id/JNERS/article/view/12811/pdf

Mahiroh, H., Astutik, E., & Pratama, R. A. (2019). The Association of Body Mass Index, Physical Activity, and Hypertension in Indonesia. Jurnal Ners13(2).

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu