Tiga Mahasiswa UNAIR Ciptakan Kopi Biji Kurma dan Gula Trembesi untuk Cegah Diabetes Melitus Tipe 2

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
FOTO bersama Nur Sahila, Firman Hidayat dan Shylvia Cholifatus Sholihah menunjukkan piala Juara 3 dalam lomba LKTIIN STEROID di FKG UNAIR (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Berdasarkan laporan WHO, angka diabetes mellitus di Indonesia akan terus meningkat dari 8.4 juta jiwa di tahun 2020 menjadi 21.3 juta pada 2030. Peningkatan angka tersebut, khususnya pada penyakit diabetes miletus tipe 2 menjadi suatu permasalahan tersendiri. Melihat hal itu, tiga mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) terdiri dari Firman Hidayat sebagai mahasiswa Fisika 2019, Nur Sahila, dan Shylvia Cholifatus Sholihah sebagai mahasiswa Kesehatan Masyarakat 2018 menciptakan inovasi kopi dari biji kurma dan gula dari buah trembesi yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit tersebut.

Dengan judul “KOMAGUSI: Kopi Biji Kurma (Phoenix Dactylifera L.) GULA TREMBESI (Samanea Saman) sebagai Inovasi Pencegah Diabetes Melitus Tipe 2,” ketiga mahasiswa tersebut berhasil meraih juara 3 dalam LKTIIN STEROID yang diselenggarakan di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR.

Firman Hidayat, sebagai perwakilan tim menjelaskan bahwa alasan penggunaan biji kurma sebagai pengganti kopi karena buah tersebut telah disebut sebanyak 20 kali dan direkomendasikan untuk kesehatan di dalam Al-Quran. Oleh karena itu, mereka tertarik untuk mengujinya. Selain itu, mereka juga memandang bahwa banyaknya buah trembesi tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga buah itu akan lebih berguna jika digunakan untuk membantu dalam mencegah suatu penyakit.

“Kandungan indeks glikenik pada gula trembesi lebih sedikit jika dibandingan dengan gula asli, hal itu diharapkan dapat mencegah diabetes. Sedangkan keunggulan kopi biji kurma adalah tidak menggunaan kafein sehingga dapat mengurangi risiko terkena penyakit diabetes dan penyakit lainnya,” terangnya.

Dalam melakukan penelitian, ketiga mahasiswa itu didukung oleh aplikasi bernama Komagusi Health yang di dalamnya terdapat fitur-fitur yang memudahkan mereka dalam bereksperimen. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (23/11/2019) sampai Minggu (24/11/2019) itu, Firman, sapaan akrabnya mengaku bahwa keikutsertaannya dalam perlombaan itu didorong oleh keinginannya dalam menerapkan tri dharma perguruan tinggi yang salah satu poinnya adalah penelitian.

“Kita harus berkontribusi memberikan trobosan-trobosan baru untuk memberikan sebuah karya yang berguna bagi masyarakat,” imbuhnya.

Terakhir, Firman berpesan kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk terus semangat dalam menorehkan prestasi. “Teruslah berkarya dengan berpatokan pada pepatah Jangan tanyakan apa yang telah negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang telah engkau berikan pada negara,” pungkasnya.

Penulis : Nikmatus Sholikhah

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu