Imunoglobulin Y Hambat Bakteri Penyebab Periodontitis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Hisham.id

Penyakit periodontal merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang banyak dijumpai di Indonesia. Penelitian Notohartojo dan Sihombing (2015) yang mencakup 33 provinsi, 497 kabupaten/kota di Indonesia didapatkan hasil bahwa dari 722.329 orang yang berumur ≥15 tahun, prevalensi jaringan periodontal sehat sebesar 4,79% atau 34.614 orang. Sedangkan prevalensi untuk jaringan periodontal yang tidak sehat sebesar 95,21% atau 687.715 orang. Prevalensi periodontitis di Indonesia cukup tinggi yaitu sebesar 70%. Angka kejadian penyakit periodontal, khususnya periodontitis di Indonesia cukup tinggi yaitu 70%.

Bakteri F. nucleatum dan S. sanguis berperan dalam pembentukan plak gigi merupakan penyebab periodontitis. Inisiasi dan perkembangan periodontitis disebabkan oleh bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans (A. actinomycetemcomitans), Porphyromonas gingivalis (P. gingivalis), Tannerella forsythia (T. forsythia), Treponema denticola (T. denticola), Prevotella intermedia (P. intermedia) dan Fusobacterium nucleatum (F. nucleatum). Penghambatan pembentukan matriks plak dan penghambatan inisiasi agregasi bakteri dapat mencegah kolonisasi awal bakteri sehingga kolonisasi akhir juga tidak terbentuk. Bakteri F. nucleatum dan S. sanguis memiliki peran dalam pembentukan plak gigi yang merupakan penyebab periodontitis. Selama dua dekade terakhir, dokter gigi menggunakan terapi antibiotik untuk terapi penyakit periodontal. Selain itu, obat kumur dapat mencegah pembentukan plak. Chlorhexidine adalah komponen utama obat kumur.

Adanya keterbatasan berupa resistensi terhadap antibiotik dan efek samping obat kumur chlorhexidine gluconate seperti gangguan pengecapan, iritasi oral, gejala alergi lokal dll. Sehingga diperlukan pendekatan terapi baru yaitu dengan cara melakukan eksplorasi imunoterapi pasif oral dengan menggunakan  imunoglobulin Y (IgY) yang berasal dari ayam betina sebagai pengendali plak biologis. IgY terdapat dalam serum dan kuning telur dan dapat berikatan dengan komponen permukaan bakteri. IgY juga merupakan salah satu kelas antibodi yang terdapat dalam serum darah dan kuning telur kelompok amfibi, reptil dan unggas.

IgY adalah antibodi yang telah terbukti sebagai antibodi yang efisien dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit. Biaya penggunaan IgY murah dan dapat dihasilkan melalui proses produksi yang mudah sehingga menjadikannya antibodi yang menarik untuk penelitian dan diagnosis. IgY dapat menghambat pelekatan bakteri ke sel tubuh manusia.

IgY anti  A. actinomycetemcomitans dan P. gingivalis dalam sediaan serum dan kuning telurdiujikan tehadap bakteri F. nucleatum dan S. sanguis dengan menggunakan metodeimunodifusi ganda ditandai dengan terbentuknya garis presipitasi. Garis presipitasi yang terbentuk menunjukkan  konsentrasi antibodi yang sesuai untuk dapat berinteraksi dengan bakteri sebagai antigen.

Garis presipitasi yang terbentuk diantara antigen  dan antibodi, baik pada kelompok IgY anti A. actinomycetemcomitans dalam serum dan kuning telur terhadap bakteri F. nucleatum dan S. sanguis, maupun kelompok IgY anti P. gingivalis dalam serum dan kuning telur terhadap bakteri F. nucleatum dan S. sanguis menunjukkan adanya aktivitas antara IgY anti A. actinomycetemcomitans dengan bakteri F. nucleatum dan S. sanguis, maupun IgY anti P. gingivalis terhadap bakteri F. nucleatum dan S. sanguis.

Aktivitas tersebut berupapengikatan antara antibodi dan antigen. Hal tersebut disebabkan karena IgY merupakan antibodi yang dapat berikatan dengan berbagai bagian dari antigen. IgY anti A. actinomycetemcomitans dapat berikatan dengan pili dari bakteri  F. nucleatum dan S. sanguis karena sama-sama memiliki pili tipe IV. IgY anti P. gingivalis juga dapat berikatan dengan unsur yang sama yang terdapat pada permukaan S. sanguis, dan dapat berikatan dengan dinding sel F. nucleatum karena memiliki massa molekul yang sama.

Pengikatan tersebut dapat menghambat perbanyakan bakteri F. nucleatum dan S. sanguis akibat terganggunya fungsi komponen permukaan bakteri tersebut yang dapat berguna untuk perlekatan. IgY anti A. actinomycetemcomitans dalam serum dan kuning telur mempunyai aktivitas yang dapat menghambat perbanyakan bakteri F. nucleatum dan S. sanguis. IgY anti P. gingivalis dalam serum dan kuning telur juga mempunyai aktivitas yang dapat menghambat perbanyakan bakteri F. nucleatum dan S. sanguis.

Penulis : Dr. Rini Devijanti Ridwan drg.,MKes

Informasi dan detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

https://e-journal.unair.ac.id/MKG/article/view/12646

Oktaviani Suci Lestari, Rini Devijanti Ridwan, Tuti Kusumaningsih dan Sidarningsih. 2019. The activity of polyclonal IgY derived from Aggregatibacter actinomycetemcomitans and Porphyromonas gingivalis in inhibiting colonization of Fusobacterium nucleatum and Streptococcus sanguinis. Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi). Volume 52, Nomor 2.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu