Ekstrak Teripang Emas Bermanfaat Perbaiki Kadar Glukosa Darah dan MDA

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh tribunnews.com

Diabetes mellitus (DM) tipe 2 merupakan suatu gangguan multifaktorial yang melibatkan adanya kegagalan fungsi dari sel β pancreas maupun resistensi insulin jaringan di  bawah suatu keadaan patologis. Berbagai macam hal seperti genetik, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, dan beberapa obat antidiabetik dilaporkan mampu mempengaruhi kondisi hiperglikemia atau DM.

Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) dan WHO pada tahun 2013, diperkirakan terdapat 382 juta orang di dunia  menderita diabetes mellitus (DM) dan meningkat menjadi 592 juta orang pada tahun 2035. Di Indonesia, hasil wawancara yang dilakukan oleh Riset Kesehatan Dasar  (Riskesdas) tahun 2013 dengan menghitung proporsi diabetes mellitus pada usia 15 tahun  ke atas menunjukkan peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2007. Di samping itu,diperkirakan prevalensi diabetes mellitus pada tahun 2030 akan mencapai 21,3 juta jiwa. Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat sudah banyaknya obat seperti metformin yang telah dijadikan pilihan pertama terapi sebagian besar kasus diabetes mellitus.

Gangguan proses metabolisme pada diabetes mellitus (DM) tipe 2 dapat menyebabkan perubahan fungsi yang permanen dan ireversibel dari sel-sel di dalam tubuh, terutama yang terlibat dalam sistem vaskular. Adanya aterosklerosis yang meningkat pembentukannya pada penderita DM tipe 2 dapat menyebabkan berbagai komplikasi baik mikro maupun makroangiopati. Komplikasi ini dapat berupa retinopati, nefropati, neuropati, maupun komplikasi makrovaskular yang dapat menyebabkan penyakit jantung, pembuluh darah perifer maupun stroke. Hal ini mengakibatkan tingginya tingkat morbidiras, disabilitas, mortalitas dan biaya kesehatan akibat penyakit diabetes melitus.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, adanya overproduksi dari ROS (reactive oxygen species) pada penderita DM tipe 2 diduga mengakibatkan hilangnya integritas dari sel entotelial. Kerja ROS dalam membuat kerusakan jaringan dipercepat dengan berbagai mekanisme molekuler penting yang teraktivasi akibat adanya kondisi hiperglikemia kronis. Akibat hal tersebut, semakin lama paparan terhadap kondisi hiperglikemia akan menyebabkan semakin tingginya stres oksidatif yang muncul, sehingga radikal bebas yang banyak akan semakin menimbulkan suatu kerusakan jaringan.

Berbagai obat anti-diabetes sudah banyak tersedia di pasaran dan dimanfaatkan untuk mengendalikan dan mencegah munculnya komplikasi DM. Akan tetapi, penderita DM ternyata tetap diprediksi meningkat setiap tahunnya. Hal ini menimbulkan suatu pemikiran tentang pilihan terapi lain yang selain murah, mudah mendapatkannya namun juga mempunyai manfaat yang besar terkait penanganan DM sehingga baik prevalensi maupun komplikasi DM dapat terkontrol dengan baik. Untuk itu banyak orang yang kemudian memanfaatkan potensi bahan alami sebagai alternatif terapi DM. Misalnya penggunaan mengkudu, pare, dan spirulina yang dipercaya dapat mengatasi DM walaupun mekanismenya masih terus diteliti hingga sekarang.

Indonesia merupakan suatu negara kepulauan dengan habitat teripang yang luas, menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara penghasil teripang terbesar di dunia. Terdapat banyak jenis teripang yang dihasilkan dari laut Indonesia, salah satunya adalah teripang emas. Berbagai penelitian terkait teripang emas yang mempunyai efek sebagai antioksidan sudah pernah dilakukan. Beberapa contohnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Revianti, dkk (2016) dimana ternyata penggunaan ekstrak etanol teripang emas sengan dosis 4,25, 8,5 dan 17 mg/kgBB mempunyai dapat menurunkan kondisi stres oksidatif pada tikus yang dipaparkan asam rokok.

Efek protektif antioksidan dalam melindungi mitokondria dari kerusakan dan disfungsi organ serta menurunkan respon inflamasi terkait interleukin 6 dan stress oksidatif pada tikus model sepsis akut juga pernah dilaporkan oleh Lowes, et all (2013). Hal ini membuktikan bahwa teripang mempunyai jenis teripang yang mempunyai efek sebagai antioksidan dan protektif terhadap stres oksidatif, serta melindungi mitokondria dari kerusakan dan disfungsi organ.

Hasil yang didapat ternyata ekstrak teripang emas dapat menurunkan kadar glukosa darah dan kadar MDA tidak meningkat. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa teripang emas mempunyai potensi sebagai alternative terapi untuk menangani diabetes mellitus.

Penulis: Indri Safitri

Detail tulisan ini dapat dilihat di:

https://e-journal.unair.ac.id/FMI/article/view/14336/7960

Dita Sukmaya Prawitasari, Indri Safitri, Harianto Notopuro. 2019. Effects of Golden Sea Cucumber Extract (Stichopus Hermanii) on Fasting Blood Glucose, Plasma Insulin, and Mda Level Of Male Rats (Rattus Norvegicus) Induced With Streptozotocin. Fol Med Indones, Vol. 55 No. 2: 107-111.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu