Si Asik, Program Pengelolaan Sampah Terpadu Desa Jelun

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sambutan dari kepala Desa Jelun, Bank Sampah Banyuwangi, serta perwakilan Kaprodi Kesehatan Masyarakat FKM UNAIR Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sampah merupakan salah satu permasalahan yang terdapat di Indonesia, karena setiap hari manusia hidup menghasilkan sampah. Namun, masih banyak masyarakatyang belum bisa memanfaatkan sampah dengan baik.

Berangkat dari permasalah tersebut, pada tanggal 23 dan 24 November kemarin, mahasiswa beserta dosen FKM UNAIR di Banyuwangi, menggelar pengabdian kepada masyarakat.Kegiatan ini mengangkat tema SI ASIK, Aksi Pengelolaan Sampah Holistik.

Saat ditemui UNAIR NEWS, Septa Indra Puspikawati, selaku ketua pelaksana, menjelaskan konsep dari kegiatan SiAsik. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan manajemen bank sampah dan pembuatan kompos melalui metode Takakura dan Maggot untuk sampah organik.

“Konsep kegiatan ini adalah pengelolaan sampah holistik dengan konsep manajemen bank sampah, dimana masyarakat diajarkan untuk menabung sampah sertamembayar pajak. Selain itu, disampaikan pula cara pembuatan kompos melalui metode Takakura dan Maggot dengan menggunakan sampah organik,“ ungkap Septa, sapaan akrabnya.

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Jelun yangmemperoleh penghargaan Desa Berseri. Namun, berdasarkan hasil survei dengan masyarakat, permasalahan sampah di Desa Jelun dirasa perlu untuk diselesaikan.

“Jelun merupakan salah satu desa yang memperoleh penghargaan desa berseri dimana salah satu penilaian komponen dari desa berseri adalah kemampuan dalam pengelolaan sampah. Selain itu, hasil dari survei dan Focus Group Discussion (FGD)dengan masyarakat masalah sampah dirasa perlu untuk diselesaikan,” lanjut Septa.

Kegiatan Si Asik terdiri dari beberapa tahap. Pertama, sosialisasi tentang sampah dan pembentukan Bank Sampah Jelun (BSJ). Kedua, pemberian materi kepada kader, PKK,karang taruna, dan pengurus desa tentang manajemen bank sampah, teknik pemasaran, serta pengolahan sampah organik. Terakhir, praktik tentang pengolahan sampah organik, dalam hal ini pengolahan menggunakan Takakura dan Maggot

“KepengurusanBSJ dilakukan oleh kader yang merupakan warga setempat. Saat ini BSJ sudah terbentuk dan sudah memperoleh SK dari Dinas Lingkungan Hidup serta sudah memperoleh beberapa nasabah sampah,” lanjutnya.

Septa mengungkapkan, manfaat dari kegiatan Si Asik, diantaranya masyarakat lebih peduli dengan masalah sampah dengan suatu sistem pengelolaan sampah. Selainitu,sampah organik dapat menghasilkan pupuk . kemudian, untuk maggot sendiri dapat bernilai jual.

“Dimana tidak hanya masalah sampah teratasi, tetapi juga masalah pembayaran pajak bumi bangunan. Ketika mereka mengumpulkan sampah maka, mereka bisa membayar pajak,” sambungnya.

Harapannya tentu saja bank sampah Jelun tetap bisa menjalankan tugas mulianya dan semakin banyak nasabah bank sampahnya. Selain itu, sampah anorganik bisa diolah oleh masyarakat sekitar dan yang terpenting DesaJelun bebas dari sampah. (*)

Penulis: Nadiyah Rahmasari

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu