Cerita Alvredo Raih Juara I pada Kejuaraan Catur Internasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
(KANAN) Alvredo Satriawan Singgih, mahasiswa FEB UNAIR peraih Juara I pada Open Chess Championship International di Monash University Malaysia (23-24/11/2019). (Foto : Istimewa)
(KANAN) Alvredo Satriawan Singgih, mahasiswa FEB UNAIR peraih Juara I pada Open Chess Championship International di Monash University Malaysia (23-24/11/2019). (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Alvredo Satriawan Singgih, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga (UNAIR), berhasil membawa bangga nama almamater. Pasalnya, dia meraih posisi pertama dalam kejuaraan catur internasional di Malaysia, yakni Open Chess Championship International. Tepatnya pada (23-24/11/2019) di Monash University Malaysia.

Alvredo atau yang kerap disapa Aldo berhasil meraih juara I untuk kategori Blitz (catur kilat, Red). Dia berhasil menyisihkan 60 peserta lain dari negara China, Banglades, Jerman, Philiphine, dan Malaysia.

“Alhamdulillah, ini merupakan capaian yang besar sekaligus pengalaman baru bagiku. Padahal sempat minder ketika turnamen,” tutunya.

Mahasiswa Program Studi Akuntansi angkatan 2018 itu mengaku sempat pesimistis ketika menghadapi lawan yang tidak mudah. Aldo mengatakan, kompetisi itu diikuti oleh sejumlah Fide Master (gelar tertentu pada olahraga catur)dari beberapa negara seperti Filipina dan Malaysia. “Lawannya berat-berat karena peserta bukan hanya kalangan mahasiswa, tetapi juga umum. Jadi, usia berapa pun boleh ikut,” kata dia bercerita.

Capaiannya itu memang tidak instan dia dapatkan. Sebelumnya, Aldo telah beberapa kali didaulat sebagai perwakilan universitas, bahkan mewakili daerah pada sejumlah kompetisi catur. “Persiapannya sudah jauh-jauh hari. Selalu rutin latihan, kadang dengan teman atau main online. Setiap malam sebelum tidur aku pasti sempatkan bermain lima partai di Lichess,” ungkap dia.

Kepada tim UNAIR NEWS, Aldo mengungkapkan bahwa ada beberapa hal menarik yang terjadi selama turnamen. Pada babak ke-7, lanjutnya, Aldo dihadapkan dengan temannya sendiri yang juga berasal dari Indonesia. “Ini lucu bagiku, karena temanku ini partner latihanku sejak kecil. Eh ternyata kali ini benar-benar dihadapkan di pertandingan yang nyata. Tapi, kami tetap serius bertanding dan memperjuangkan nama Indonesia,” kenangnya.  

Setelah capaian prestasi itu, dia berharap untuk dapat terus mengikuti Kejuaraan Catur Internasional pada masa yang akan datang. Aldo mengaku, catur adalah hobi yang telah menjadi bagian dari dirinya sejak kecil. “Kadang memang pemain catur identik dengan orang pendiam dan jenius. Aku suka membaca, kadang pendiam, tapi kalau sudah kenal beda cerita,” tuturnya, kemudian tertawa. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu