Prof. Joni Hermana : Kesuksesan di Zaman Sekarang Justru Hadir dari Kerja Sama Bukan Persaingan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PROF. Ir. Joni Hermana dalam memberikan kuliah umum di Aula Garuda Mukti, Kampus C, UNAIR, pada Minggu (24/11/2019). (Foto: Muhammad Alif Fauzan)

UNAIR NEWS – Alasan utama yang menyebabkan mengapa Revolusi Industri 4.0 berbeda dengan revolusi industri lainnya adalah jarak waktu terjadinya dari Revolusi Industri 3.0  hanyalah 30 tahun. Hal itu ditandai dengan perkembangan teknologi yang benar-benar eksponensial seperti bioteknologi, nanoteknologi, artificial intelligence, dan networks. Perkembangan teknologi yang futuristik tersebut membuat banyak negara, utamanya Indonesia mempersiapkan berbagai macam cara untuk berperan dalam prediksi peningkatan era eksponensial tersebut di Revolusi Industri 5.0.

Oleh karena itu, UNAIR melihat mahasiswa-mahasiswanya sebagai calon pemeran utama di revolusi industri berikutnya. Dalam upaya mempersiapkannya, UNAIR menggelar Kuliah Umum Kebangsaan dan Pentas Seni Budaya Bangsa, pada Minggu (24/11/2019) yang bertajuk Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Masa Depan Peradaban Bangsa.

Mengundang Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ITS, Prof. Ir. Joni Hermana, ia membuka kuliahnya dengan mengatakan bahwa selain menjadi era eksponensial, revolusi industri ini merupakan era yang disruptif. Ia memaparkan disrupsi tersebut dalam bentuk 4D (Digitize, Dematerialize, Demonetize, Democratize).

“Era ini mendobrak, mengganggu, dan bahkan membunuh kebiasaan dan cara lama dengan cara yang radikal. Contohnya adalah hanya dengan satu ponsel, kita dapat mencari hampir semua informasi yang ada di dunia ini dengan beberapa klik, dan informasi tersebut dapat dijangkau oleh hampir semua kalangan,” tutur mantan Rektor ITS tersebut.

Oleh karena itu, Prof. Joni mengatakan bahwa cara lama seperti bersaing untuk mencapai suatu tujuan harus didobrak dan diganti dengan konsep kerjasama atau kolaborasi. Perguruan Tinggi harus student centered dan para pengajar harus lebih open-minded dan menjadikan perkuliahan lebih seperti diskusi dengan mahasiswa dari pada sekedar kuliah satu arah saja.

“Kolaborasi yang kita bahas disini adalah yang bersifat simbiosis mutualisme, jadi sama-sama menguntungkan,” tambahnya

Kuliah Umum Kebangsaan dan Pentas Seni Budaya Bangsa dilaksanakan di Lt. 5 Aula Garuda Mukti dan Lt. 1 Gedung Rektorat Kampus C UNAIR dan mengundang narasumber lain seperti Risa Santoso, Abdullah Anas, dan Bagong Suyanto.

Penulis: Pradnya Wicaksana

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu