HMA UNAIR Banyuwangi jadi Pioner E-Voting dalam Pemira

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS   Semakin mendekati akhir tahun organisasi mahasiswa Program Studi diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga di Banyuwangi mulai melakukan reorganisasi. Suguhan menarik yang di terapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) PSDKU dalam menyelenggarakan pesta demokrasi.

Kamis (21/11), HMA PSDKU menerapkan evoting pertama kali dalam sejarah di sepanjang pemilihan umum raya, tidak hanya sejarah HMA namun sejarah pemilihan umum raya yang ada di kampus PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi.

Clementino Bramedsa selaku ketua KPU HMA PSDKU periode 2020 menyayangkan semakin banyaknya kertas suara tidak sah dalam pemilihan umum raya. Dengan fenomena yang terjadi, Clementino dan rekan KPU berinisitif untuk menggunakan evoting untuk menekan angka kertas suara yang tidak sah. Evoting merupakan sistem voting berbasis PHP & MYSQL.

“Tata cara dalam pemira sama halnya dengan konvensional namun kami menggunakan teknologi pada pelaksanaannya,” ucap mahasiswa yang akrab disapa Bram itu.

Pemilih masuk ke dalam ruang pemilihan kemudian mengisi daftar absen, pemilih yang sudah mengisi presensi akan menerima username dan password untuk masuk kedalam sistem. Kemudian, lanjutnya, pemilih mengambil suara dibilik yang sudah kami sediakan. Didalam sistem terdapat foto, nomor dan tertera visi dan misi dari masing-masing calon ketua.

“Setiap pemilih hanya dapat mengambil suara sekali, ketika pemilih memaksa untuk melakukan lebih dari sekali sistem akan langsung menolak,” ungkapnya.

Kelemahan dari penerapan evoting yakni baru pertama kali digunakan di PSDKU UNAIR sehingga rekan-rekan mahasiswa merasa awam dengan hal tersebut. Karena evoting membutuhkan akses internet, sistem sewaktu-waktu bisa pending bahkan error untuk mengantisiasi hal tersebut KPU menyediakan kertas suara.

Untuk keunggulan evoting hasil suara aman karena admin hanya di pegang oleh ketua, admin tidak dapat merubah merubah suara dari pemilih, serta dilakukan verifikasi melalui presensi pemilih. Potensi suara tidak sah tidak ada karena tidak bisa logout sebelum memilih, perhitungan suara dan pengumuman hasil lebih cepat, tepat dan mudah.

Penulis : Sulistyo Primadani

Editor    : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu