Bersama Komunitas, Mahasiswa Teknik Lingkungan Punguti Sampah di Pantai Nambangan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SELURUH peserta bersih-bersih pantai sedang berdiskusi mengenai permasalahan sampah di depan tumpukan sampah dari proses bersih-bersih pantai Nambangan. (Dok : Seasoldier)
SELURUH peserta bersih-bersih pantai sedang berdiskusi mengenai permasalahan sampah di depan tumpukan sampah dari proses bersih-bersih pantai Nambangan. (Dok : Seasoldier)

UNAIR NEWS – Sejumlah masyarakat beserta sejumlah mahasiswa Surabaya melakukan bersih-bersih Pantai Nambangan Perak Surabaya. Aksi bersih-bersih pantai kali ini diadakan oleh salah satu komunitas lingkungan di Surabaya, Seasoldier. Aksi kali ini juga di ikuti oleh sejumlah mahasiswa Teknik Lingkungan Univeritas Airlangga (UNAIR) yang digelar di pesisir pantai pada Sabtu (23/11/2019).

Bersih-bersih dilakukan dengan membentuk beberapa tim yang di tempatkan pada titik-titik tertentu untuk membersihkan sampah. Setiap tim akan mengumpulkan dan mencatat sampah apa yang sudah diemukan.

“Kita menemukan berbagai jenis sampah mulai plastik, putung rokok, popok, kain, stereofoam, sampai kaca. Proses bersih-bersih ini dilakukan kurang lebih selama satu jam,” ungkap Krisna Andrian Bimantara, salah satu mahasiswa Teknik Lingkungan UNAIR.

Sampah yang ditemukan merupakan sampah yang berasal dari limbah rumah tangga. Penyebab banyaknya sampah di pesisir pantai tersebut belum diketahui dengan pasti. Dugaan sementara berasal dari masyarakat sekitar dan juga sampah yang terbawa oleh ombak saat pasang.

Setelah melakukan proses bersih bersih pantai, terdapat sesi diskusi mengenai sampah yang telah ditemukan dan bahaya dari sampah itu sendiri. Salah satu dampak yang paling besar akan adanya sampah adalah rusaknya ekosistem laut.

Selain itu, dibahas bagaimana cara untuk menangani sampah yang berada di pesisir pantai Nambangan. Beberapa orang mengusulkan untuk dijadikan ecobric pada sampah plastik dan dijadikan kompos pada sampah-sampah organik.

Salah seorang dari Komunitas seasoldier juga mengungkapkan bahwa pernah membuat bank sampah sebagai upaya mencegah masyarakat membuang sampah sembarangan, tapi saat ini bank sampah tersebut sudah dirobohkan karena digunakan untuk pelebaran jalan.

“Zaman sekarang selain kita mengajarkan kepada masyarakat tentang membuang sampah pada tempatnya, diajarkan juga memilah sampah yang dibarengin dengan prinsip 3R, yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulan) agar meminimalkan sampah yang sudah didaur ulang,” ungkap Krisna. (*)

Penulis: Fahmi Royani

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu