UNAIR Gandeng Empat Pakar Diskusikan Peran Perguruan Tinggi di Masa Depan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DARI kiri: Prof Bagong Suyanto, Abdullah Azwar Anas, dan Risa Santoso di sela kuliah umum kebangsaan di UNAIR, Minggu (24/11/2019). (Foto: M. Alif Fauzan)

UNAIR NEWS – Direktorat Pendidikan Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Kuliah Umum Kebangsaan dan Pentas Seni Budaya Bangsa 2019. Kuliah umum tersebut bertajuk “UNAIR HEBAT Membangun Bangsa : Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Masa Depan Peradaban Bangsa”.

Bertempat di Aula Garuda Mukti Gedung Manajemen Kampus C UNAIR, tercatat lebih dari 1200 mahasiswa baru mengikuti kuliah umum. UNAIR mengundang empat pakar yang masing-masing ahli di bidangnya. Di antaranya adalah Guru Besar Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof. Ir. Joni Hermana, M.ScES. Ph.D.; Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, S.Pd., S.S., M.Si.; Rektor Institut Teknologi Bisnis Asia, Malang, Risa Santoso, BA., MA., Ed.; dan Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR Prof. Dr. Bagong Suyanto.

Direktur Pendidikan UNAIR, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto DEA, Drh dalam sambutannya menyampaikan bahwa ke depan MKWU diharapkan bisa menjadi menjadi mata kuliah yang terintegrasi.

“Mata kuliah ini diharapkan dapat mendukung mahasiswa untuk mencapai UNAIR HEBAT dalam membangun peradaban bangsa,” ungkapnya.

Prof Bambang mengungkapkan bahwa Direktorat Pendidikan UNAIR menyelenggarakan kuliah umum ini sebagai rangkaian dari kuliah MKWU. Prof Bambang berharap, ke depan muatan-muatan MKWU bisa menyatukan kita sebagai bangsa Indonesia.

“Ke depan hal-hal yang mengarah kepada fraksional, dengan kita mengikuti mata kuliah MKWU ini, bisa kita dorong sehingga semakin lama akan semakin terkikis,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., juga turut menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, era disrupsi harus dihadapi bersama-sama.

“Ini adalah eranya para pemuda, era bagi mereka mereka yang memiliki semangat membara,” ungkapnya.

Prof Nasih mengatakan bahwa saat ini UNAIR ingin mempersiapakan generasi-generasi yang adil, proporsional, dan profesional. Generasi-generasi yang posisinya selalu berada di posisi kelazimannya, tidak ekstrim kiri maupun ekstrim kanan.

“Mahasiswa atau masyarakat yang adil dan proposional diharapakan menjadi penyeimbang dan menjadi pembangun Indonesia di masa depan,” tuturnya.  (*)

Penulis : Sandi Prabowo

Editor :  Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu